Shalat berjamaah bukan hanya tentang merapatkan shaf, tetapi juga menjaga kenyamanan saudara kita yang berdiri di samping.
Jangan sampai bau mulut, bau badan, atau sendawa yang tidak dijaga justru mengganggu kekhusyukan orang lain dalam shalat.
Banyak yang tidak menyadari hal ini. Bahkan terkadang ada yang membaca bacaan shalat dengan hembusan napas yang sangat kuat, sementara bau mulutnya menyengat. Akibatnya, orang di samping terpaksa menahan napas agar tetap bisa khusyuk dalam shalat.
Islam mengajarkan kita untuk tidak menyakiti kaum muslimin, termasuk dengan bau yang mengganggu. Rasulullah ﷺ bahkan melarang orang yang baru memakan bawang putih atau bawang merah mendatangi masjid hingga baunya hilang, karena dapat mengganggu orang lain dan para malaikat.
Karena itu, biasakan menjaga adab sebelum dan ketika berada di masjid:
* Bersiwak atau menggosok gigi.
* Menjaga kebersihan tubuh dan pakaian.
* Menghilangkan bau mulut dan bau badan.
* Jika bersendawa, lakukan dengan adab. Tutup mulut dan arahkan hembusannya ke atas atau menjauh dari orang lain, jangan sampai mengarah ke wajah atau hidung saudara di samping kita.
* Membaca bacaan shalat dengan tenang, tanpa menghembuskan napas secara berlebihan hingga mengganggu orang lain.
Hal-hal yang tampak sepele ini bisa menjadi sebab saudara kita lebih mudah khusyuk dalam beribadah. Jangan sampai kita datang ke masjid untuk mencari pahala, tetapi tanpa sadar justru menjadi sebab terganggunya kekhusyukan saudara kita.