Keluarga Muslim

Guru Kecil yang Mengajarkan Kita untuk Lebih Banyak Belajar dan Bersabar

Sering sekali kita dibuat kaget dengan perilaku anak-anak kita.

Sejak kecil mereka kita didik dengan kalimat-kalimat thayyibah, dibiasakan berkata baik, diajarkan adab dan akhlak. Namun setelah masuk sekolah dan mulai bergaul dengan lingkungan yang lebih luas, terkadang apa yang telah kita tanamkan seakan mulai hilang.

Apa yang sebelumnya kita ajarkan di rumah, perlahan berubah karena pengaruh lingkungan dan teman-temannya. Bahkan terkadang kita melihat perilaku yang berbanding terbalik dengan apa yang selama ini kita ajarkan.

Namun, mungkin di sanalah letak ujiannya.

Kita tidak mungkin selamanya menjaga anak dari semua pengaruh di luar rumah. Mau tidak mau, mereka juga harus belajar bersosialisasi, berinteraksi, dan menghadapi berbagai karakter manusia.

Tugas kita bukan hanya menjaga mereka dari lingkungan yang buruk, tetapi juga membekali mereka agar mampu menghadapi lingkungan tersebut.

Dan mungkin, bukan hanya anak kita yang harus terus belajar. Kitalah sebagai orang tua yang harus belajar lebih banyak dan lebih banyak bersabar.

Belajar memahami perubahan mereka. Belajar menghadapi setiap fase pertumbuhan mereka. Belajar bagaimana menasihati tanpa membuat mereka menjauh. Belajar mendengarkan sebelum menghakimi. Dan belajar untuk terus membimbing, meskipun hasilnya tidak selalu terlihat dengan cepat.

Jangan mudah menyerah ketika melihat perubahan pada anak.

Teruslah menanamkan kebaikan. Teruslah mengingatkan. Teruslah mendoakan. Karena bisa jadi, apa yang hari ini tampak hilang sebenarnya belum benar-benar hilang. Ia sedang diuji oleh lingkungan, dan kelak apa yang kita tanam sejak kecil akan kembali tumbuh pada waktunya.

Mendidik anak bukan hanya tentang bagaimana mengubah mereka menjadi baik, tetapi juga tentang bagaimana Allah mendidik kita melalui mereka agar menjadi orang tua yang lebih sabar, lebih bijaksana, dan terus memperbaiki diri.

Maka, ketika anak berubah, jangan menyerah. Barangkali saat itulah kita justru sedang diuji untuk belajar lebih banyak dan bersabar lebih panjang.