Aqidah & Tauhid

Ketika Sisa-Sisa Jahiliah Masih Bersarang di Hati

Banyak dari kita yang telah menghadiri majelis ilmu, rajin mengaji, dan mengenal dalil-dalil agama. Namun, terkadang masih tersisa cara pandang jahiliah yang tanpa disadari menetap di dalam hati.

Di antaranya adalah rasa takut memiliki banyak anak karena khawatir masalah rezeki dan beratnya nafkah. Padahal Allah-lah Yang memberi rezeki kepada setiap makhluk. Kewajiban orang tua adalah berikhtiar, bekerja dengan cara yang halal, dan bertawakal kepada-Nya.

Sebagian yang lain juga merasa kurang senang ketika Allah menganugerahkan anak perempuan, seolah-olah anak laki-laki lebih mulia. Padahal semua anak adalah karunia dari Allah. Dia memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, atau keduanya sekaligus sesuai dengan hikmah-Nya.

Maka hendaknya kita mengoreksi hati. Jangan sampai lisan mengaku telah meninggalkan jahiliah, tetapi cara berpikir dan sikap kita masih dipengaruhi oleh nilai-nilai jahiliah. Seorang mukmin menerima setiap ketetapan Allah dengan ridha, meyakini bahwa setiap anak adalah amanah, setiap rezeki telah dijamin sesuai kehendak-Nya, dan setiap keputusan Allah pasti mengandung hikmah yang terbaik.