Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Yunus : Ayat 78

"Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (mem-bawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka me-nyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata.' Musa berkata, 'Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, sihirkah ini? Padahal ahli-ahli sihir itu tidak-lah mendapat kemenangan.' Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan memper-cayai kamu berdua.' Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya), 'Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!' Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan'." (Yunus: 75-80)
"Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada me-reka, 'Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.' Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-we-nang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Musa berkata, 'Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepadaNya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.' Lalu mereka berkata, 'Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami, janganlah Eng-kau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim'." (Yunus: 81-85)
"Dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, 'Kalian berdua ambillah beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah shalat serta gembira-kanlah orang-orang yang beriman.' Musa berkata, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Rabb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanMu. Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat siksaan yang pedih.' Allah berfirman, 'Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui'." (Yunus: 86-89)
"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya ter-masuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).' Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang ber-buat kerusakan? Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang da-tang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia le-ngah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Rabbmu akan memutuskan antara mereka di Hari Kiamat tentang sesuatu yang mereka per-selisihkan itu." (Yunus: 90-93)
Tafsir As-Sa'di
(78) ﴾ قَالُوٓاْ ﴿ "Mereka berkata", kepada Musa, sebagai bentuk penolakan ucapannya dengan apa yang mana dia tidak mampu untuk menolaknya. ﴾ أَجِئۡتَنَا لِتَلۡفِتَنَا عَمَّا وَجَدۡنَا عَلَيۡهِ ءَابَآءَنَا ﴿ "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya." Maksudnya, apakah kamu datang kepada kami untuk menghalangi kami dari syirik dan ibadah kepada selain Allah yang kami dapati turun temurun dari nenek moyang kami dan memerintahkan kami agar menyembah Allah semata tanpa sekutu bagiNya. Mereka menjadikan ucapan nenek moyang mereka yang sesat sebagai hujjah yang dengannya mereka menolak kebenaran yang dibawa oleh Musa عليه السلام.
Dan FirmanNya, ﴾ وَتَكُونَ لَكُمَا ٱلۡكِبۡرِيَآءُ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan supaya kamu ber-dua mempunyai kekuasaan di muka bumi?" Maksudnya, kamu datang kepada kami agar kamu menjadi pemimpin dan mengusir kami dari tanah air kami? Ini adalah tipuan dari mereka, promosi terhadap kebodohan mereka dan provokasi kepada orang awam agar me-musuhi Musa dan tidak beriman kepadanya. Ini tidak dijadikan sebagai hujjah oleh orang yang mengetahui hakikat dan mampu membedakan perkara-perkara, karena hujjah tidak ditolak kecuali dengan hujjah dan bukti.
Adapun orang yang hadir membawa kebenaran lalu kebena-rannya ditolak dengan ucapan yang seperti ini maka itu menunjuk-kan kelemahan orang yang menghadirkannya untuk mendatangkan argumen yang bisa menolak pendapat lawan dialognya, karena seandainya dia mempunyai hujjah, niscaya dia menurunkannya dan tidak mengucapkan, "Tujuanmu adalah begini-begini, atau targetmu adalah ini dan ini." Sama saja dia jujur atau dusta dalam ucapannya dan pemberitaannya tentang maksud lawannya, padahal setiap orang yang mengetahui keadaan Musa dan ajaran yang didakwah-kannya, niscaya dia akan mengetahui bahwa dia sama sekali tidak memiliki tujuan berkuasa di muka bumi, tujuan Musa sama dengan tujuan para rasul yang lain: memberi petunjuk dan membimbing manusia kepada apa yang bermanfaat bagi mereka. Akan tetapi perkara sebenarnya adalah apa yang mereka ungkapkan sendiri dengan ucapannya, ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكُمَا بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Kami tidak akan mempercayai kamu berdua." Sebagai bentuk pengingkaran dan kesombongan bu-kan karena kebatilan apa yang dibawa oleh Musa dan Harun, tidak pula karena kerancuan padanya dan tidak pula karena makna-makna lainnya kecuali karena kezhaliman, permusuhan dan kekuasaan yang mereka tuduhkan kepada Musa dan Harun.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di