Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Hud : Ayat 109
Tafsir As-Sa'di
"Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka. Mereka tidaklah menyembah me-lainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun." (Hud: 109).
(109) Allah berfirman kepada RasulNya, Muhammad, ﴾ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّمَّا يَعۡبُدُ هَٰٓؤُلَآءِۚ ﴿ "Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka." Yaitu orang-orang musyrik, maksudnya jangan meragukan mereka, dan bahwa apa yang mereka kerjakan itu adalah kebatilan. Mereka tidak memiliki dalil aqli dan tidak pula syar'i. Dalil dan syubhat mereka adalah terbatas pada tindakan mereka mengikuti nenek moyang mereka saja, maka me-reka menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang mereka sebelumnya, dan termasuk hal yang sudah dimaklumi bahwa ini bukanlah syubhat, terlebih lagi menjadi dalil, karena ucapan selain Nabi bukanlah dalil, khususnya (ucapan) semisal orang-orang yang sesat itu yang kesalahannya banyak, pendapat mereka rusak dalam perkara pokok agama, karena pendapat mereka, meskipun mereka bersepakat, ia tetap salah dan sesat. ﴾ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمۡ نَصِيبَهُمۡ غَيۡرَ مَنقُوصٖ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukup-nya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun." Maksudnya, mereka pasti mendapatkan bagian mereka di dunia dari apa yang telah ditulis untuk mereka meskipun bagian tersebut melimpah ruah dalam pandanganmu, karena ia tidak menunjukkan kebaikan mereka, karena Allah memberikan dunia kepada orang yang dicintaiNya dan yang tidak dicintaiNya, sementara Dia tidak memberikan iman dan agama yang benar kecuali kepada yang di-cintaiNya. Alhasil, jangan terkecoh dengan kesepakatan orang-orang sesat atas perkataan orang-orang yang sesat dari kalangan nenek moyang, dan jangan pula (terkecoh) dengan sesuatu yang Allah berikan kepada mereka di dunia ini.
(109) Allah berfirman kepada RasulNya, Muhammad, ﴾ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّمَّا يَعۡبُدُ هَٰٓؤُلَآءِۚ ﴿ "Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka." Yaitu orang-orang musyrik, maksudnya jangan meragukan mereka, dan bahwa apa yang mereka kerjakan itu adalah kebatilan. Mereka tidak memiliki dalil aqli dan tidak pula syar'i. Dalil dan syubhat mereka adalah terbatas pada tindakan mereka mengikuti nenek moyang mereka saja, maka me-reka menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang mereka sebelumnya, dan termasuk hal yang sudah dimaklumi bahwa ini bukanlah syubhat, terlebih lagi menjadi dalil, karena ucapan selain Nabi bukanlah dalil, khususnya (ucapan) semisal orang-orang yang sesat itu yang kesalahannya banyak, pendapat mereka rusak dalam perkara pokok agama, karena pendapat mereka, meskipun mereka bersepakat, ia tetap salah dan sesat. ﴾ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمۡ نَصِيبَهُمۡ غَيۡرَ مَنقُوصٖ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukup-nya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun." Maksudnya, mereka pasti mendapatkan bagian mereka di dunia dari apa yang telah ditulis untuk mereka meskipun bagian tersebut melimpah ruah dalam pandanganmu, karena ia tidak menunjukkan kebaikan mereka, karena Allah memberikan dunia kepada orang yang dicintaiNya dan yang tidak dicintaiNya, sementara Dia tidak memberikan iman dan agama yang benar kecuali kepada yang di-cintaiNya. Alhasil, jangan terkecoh dengan kesepakatan orang-orang sesat atas perkataan orang-orang yang sesat dari kalangan nenek moyang, dan jangan pula (terkecoh) dengan sesuatu yang Allah berikan kepada mereka di dunia ini.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di