Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Hud : Ayat 116

Tafsir As-Sa'di
"Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari pada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, sedangkan orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka ada-lah orang-orang yang berdosa." (Hud: 116).

(116) Tatkala Allah تعالى menyebutkan pembinasaan umat-umat yang mendustakan para rasul dan bahwa kebanyakan dari mereka menyimpang dari Ahli Kitab Ilahiyah, dan semua itu me-matikan dan melenyapkan agama-agama, maka Dia menyebutkan bahwa mengapa tidak dijadikan (dari umat-umat yang telah berlalu) sisa-sisa orang yang baik yang menyeru kepada petunjuk, melarang kerusakan dan penyimpangan sehingga terwujudlah manfaat me-reka yang dengannya agama-agama terpelihara? akan tetapi mereka sangat sedikit sekali.[5]
Intinya mereka itu selamat karena mengikuti rasul-rasul, dan mereka melaksanakan ajaran agama mereka, dan ia adalah hujjah Allah yang Allah berlakukan melalui tangan mereka agar orang yang binasa menjadi binasa dengan kejelasan, dan orang yang hidup menjadi hidup dengan kejelasan, ﴾ و َ ﴿ "dan" akan tetapi ﴾ ا ت ّ َ ب َ ع َ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَآ أُتۡرِفُواْ فِيهِ ﴿ "orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka", maksudnya mereka mempertu-rutkan kenikmatan dan kemewahan yang mereka rasakan, dan ti-dak menginginkan penggantinya. ﴾ وَكَانُواْ مُجۡرِمِينَ ﴿ "Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa", lagi zhalim dengan mengikuti kemewahan. Oleh karena itu, mereka ditimpa dan dibinasakan oleh siksa dan azab.
Ini mengandung dorongan bagi umat ini agar tetap ada sisa-sisa orang yang memperbaiki apa yang dirusak oleh manusia, me-reka tegak berpegang teguh dengan agama Allah, menyeru orang yang sesat kepada petunjuk, bersabar atas gangguan dari mereka, mengentaskan mereka dari ketidaktahuan. Ini adalah posisi tertinggi yang diminati oleh orang yang berminat, pemilik kedudukan ini adalah seorang imam dalam agama, apabila perbuatannya diikh-laskan kepada Allah, Rabb semesta alam.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di