Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Hud : Ayat 54
"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53)
"Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55).
"Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57).
"Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60).
"Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55).
"Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57).
"Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60).
Tafsir As-Sa'di
(54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka?
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di