Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Hud : Ayat 62
"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah am-punanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa ham-baNya).' Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan yang disem-bah oleh bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'." (Hud: 61-62).
"Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68)
"Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68)
Tafsir As-Sa'di
(62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di