Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Hud : Ayat 78

" Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, 'Selamat.' Ibrahim menjawab, 'Selamatlah,' maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang." (Hud:69)
"Maka tatkala dia melihat tangan mereka tidak menjamah-nya, Ibrahim mencurigai perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, 'Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.' Dan istrinya berdiri (di sampingnya) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak, dan dari Ishak (akan lahir putranya), Ya'qub. Istrinya ber-kata, 'Sungguh mengherankan, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku dalam keadaan yang sudah tua pula. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.' Para malaikat itu berkata, 'Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah. (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkahanNya, dicurahkan atas kamu, hai Ahlul Bait! Sesung-guhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.' Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bertanya jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth. Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah." (Hud: 70-75)
"Hai Ibrahim, tinggalkanlah tanya jawab ini. Sesungguhnya telah datang ketetapan Rabbmu. Dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak. Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, 'Ini adalah hari yang amat sulit.' Dan datanglah kepa-danya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata, 'Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemar-kan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal.' Mereka menjawab, 'Sungguh kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki'." (Hud: 76-79)
"Luth berkata, 'Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).' Para utusan (malaikat) berkata, 'Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Rabbmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam, dan janganlah seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu Shubuh, bukankah Shubuh itu sudah dekat. Maka tatkala datang azab Kami, maka Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zhalim." (Hud: 80-83)
Tafsir As-Sa'di
(78) Oleh karena itu, apa yang terlintas di benaknya benar-benar terjadi maka ﴾ وَجَآءَهُۥ قَوۡمُهُۥ يُهۡرَعُونَ إِلَيۡهِ ﴿ "datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas." Yakni dengan cepat dan tergesa-gesa meng-inginkan perbuatan keji yang mereka lakukan kepada tamu-tamu-nya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَمِن قَبۡلُ كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ﴿ "Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji." Yaitu perbuatan keji yang tidak seorang pun di dunia ini yang men-dahului mereka dalam hal tersebut. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ هَٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطۡهَرُ لَكُمۡۖ ﴿ "Luth berkata, 'Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu'," daripada tamu-tamuku –ini seperti Sulaiman yang mena-warkan kepada dua orang wanita yang bersengketa pada seorang anak agar anak itu dibelah menjadi dua untuk menyingkap kebe-naran– dan karena Luth mengetahui bahwa putri-putri (negeri)nya tidak akan mereka dapatkan dan mereka tidak berhak pada mereka, dan tujuan besar dari Luth adalah menolak perbuatan keji yang besar ini. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخۡزُونِ فِي ضَيۡفِيٓۖ ﴿ "Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini." Yaitu dengan cara jagalah ketakwaan kepada Allah atau hargailah tamu-tamuku, jangan kalian membuatku malu di hadapan mereka.﴾ أَلَيۡسَ مِنكُمۡ رَجُلٞ رَّشِيدٞ ﴿ "Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" Yang melarang dan mencegahmu. Ini adalah dalil atas pengabaian dan penyimpangan mereka dari kebaikan dan karakter pribadi.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di