Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Nas : Ayat 2
Tafsir As-Sa'di
"Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia'." (An-Nas: 1-6).
(1-6) Surat ini mencakup perlindungan diri kepada Rabb manusia, Penguasa dan Sesembahan mereka, dari setan yang meru-pakan pangkal dan materi dasar segala kejahatan. Di antara fitnah dan kejahatannya adalah bisikan dalam dada manusia. Keburukan dibuat seolah-olah baik untuk mereka dan diperlihatkan dalam bentuk yang indah, menggerakkan keinginan mereka agar mela-kukannya, menghalangi mereka dari kebaikan dan kebaikan di-perlihatkan pada mereka dengan wujud lain. Setan selalu berada dalam kondisi seperti itu, membisiki kemudian menunda bisikan bila manusia mengingat Rabbnya dan meminta pertolongan kepa-daNya untuk menangkal bisikan tersebut. Maka manusia selayaknya meminta pertolongan dan perlindungan serta berpegangan pada pemeliharaan Allah سبحانه وتعالى, karena semua makhluk berada di bawah Rububiyah dan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى, semua ubun-ubun makhluk yang melata berada dalam genggaman Allah سبحانه وتعالى, dan di bawah uluhiyahNya yang menjadi tujuan penciptaan makhluk. Karena itu, tidaklah tujuan itu sempurna untuk manusia tanpa menangkal kejahatan musuh mereka yang ingin memutuskan mereka dan menghalangi mereka darinya dan ingin menjadikan mereka sebagai golongannya, agar mereka menjadi penghuni Neraka Sa'ir.
Bisikan, sebagaimana berasal dari setan juga bisa berasal dari manusia, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ﴿ "Dari jin dan manusia."
(1-6) Surat ini mencakup perlindungan diri kepada Rabb manusia, Penguasa dan Sesembahan mereka, dari setan yang meru-pakan pangkal dan materi dasar segala kejahatan. Di antara fitnah dan kejahatannya adalah bisikan dalam dada manusia. Keburukan dibuat seolah-olah baik untuk mereka dan diperlihatkan dalam bentuk yang indah, menggerakkan keinginan mereka agar mela-kukannya, menghalangi mereka dari kebaikan dan kebaikan di-perlihatkan pada mereka dengan wujud lain. Setan selalu berada dalam kondisi seperti itu, membisiki kemudian menunda bisikan bila manusia mengingat Rabbnya dan meminta pertolongan kepa-daNya untuk menangkal bisikan tersebut. Maka manusia selayaknya meminta pertolongan dan perlindungan serta berpegangan pada pemeliharaan Allah سبحانه وتعالى, karena semua makhluk berada di bawah Rububiyah dan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى, semua ubun-ubun makhluk yang melata berada dalam genggaman Allah سبحانه وتعالى, dan di bawah uluhiyahNya yang menjadi tujuan penciptaan makhluk. Karena itu, tidaklah tujuan itu sempurna untuk manusia tanpa menangkal kejahatan musuh mereka yang ingin memutuskan mereka dan menghalangi mereka darinya dan ingin menjadikan mereka sebagai golongannya, agar mereka menjadi penghuni Neraka Sa'ir.
Bisikan, sebagaimana berasal dari setan juga bisa berasal dari manusia, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ﴿ "Dari jin dan manusia."
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di