Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Yusuf : Ayat 50
"Raja berkata, 'Bawalah dia kepadaku.' Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf, 'Kembalilah kepada tuanmu lalu tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Rabbku Maha Mengetahui tipu daya mereka.' Raja berkata (kepada wanita-wa-nita itu), 'Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu).' Mereka berkata, 'Maha-sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya.' Istri al-Aziz berkata, 'Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepada-ku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.' (Se-lanjutnya dia berkata), 'Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) me-ngetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Dan raja berkata, 'Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilihnya sebagai orang yang khusus bagi diriku.' Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata, 'Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.' Yusuf ber-kata, 'Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.' Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja dia kehen-daki di bumi Mesir ini. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki, dan Kami tidak menyia-nyiakan pa-hala orang-orang yang berbuat baik. Dan sungguh pahala di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa." (Yusuf: 50-57).
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Dan raja berkata, 'Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilihnya sebagai orang yang khusus bagi diriku.' Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata, 'Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.' Yusuf ber-kata, 'Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.' Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja dia kehen-daki di bumi Mesir ini. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki, dan Kami tidak menyia-nyiakan pa-hala orang-orang yang berbuat baik. Dan sungguh pahala di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa." (Yusuf: 50-57).
Tafsir As-Sa'di
(50) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ ﴿ "Raja berkata", kepada orang-orang yang ada di sisinya, ﴾ ٱئۡتُونِي بِهِۦۖ ﴿ "Bawalah dia kepadaku", yakni Yusuf dengan cara mengeluarkannya dari penjara dan meng-hadirkannya ke hadapan raja. Ketika sang utusan mendatangi Yusuf untuk memerintahkannya menghadap raja, maka Yusuf tidak lang-sung keluar, sampai terbukti kesuciannya yang utuh (dari tuduhan yang silam). Ini menunjukkan kesabaran, kecerdasan dan pikiran-nya yang matang. Dia berkata kepada utusan itu, ﴾ ٱرۡجِعۡ إِلَىٰ رَبِّكَ ﴿ "Kem-balilah kepada tuanmu", maksudnya sang r a j a ﴾ فَسۡـَٔلۡهُ مَا بَالُ ٱلنِّسۡوَةِ ٱلَّٰتِي قَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّۚ ﴿ "lalu tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya", tanyalah dia tentang seluk-beluk dan kisah mereka. Sesungguhnya jati diri mereka sudah tampak dan jelas. ﴾ إِنَّ رَبِّي بِكَيۡدِهِنَّ عَلِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku, Maha Mengetahui tipu daya mereka."
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di