Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Yusuf : Ayat 52

"Raja berkata, 'Bawalah dia kepadaku.' Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf, 'Kembalilah kepada tuanmu lalu tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Rabbku Maha Mengetahui tipu daya mereka.' Raja berkata (kepada wanita-wa-nita itu), 'Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu).' Mereka berkata, 'Maha-sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya.' Istri al-Aziz berkata, 'Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepada-ku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.' (Se-lanjutnya dia berkata), 'Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) me-ngetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Dan raja berkata, 'Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilihnya sebagai orang yang khusus bagi diriku.' Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata, 'Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.' Yusuf ber-kata, 'Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.' Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja dia kehen-daki di bumi Mesir ini. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki, dan Kami tidak menyia-nyiakan pa-hala orang-orang yang berbuat baik. Dan sungguh pahala di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa." (Yusuf: 50-57).
Tafsir As-Sa'di
(52) ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian itu", pengakuan itu yang menya-takan akulah (wanita itu) orang yang menggoda Yusuf ﴾ لِيَعۡلَمَ أَنِّي لَمۡ أَخُنۡهُ بِٱلۡغَيۡبِ ﴿ "agar dia (al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak ber-khianat kepadanya di belakangnya", ini mengandung pengertian bahwa yang dimaksud wanita itu ialah suaminya, maksudnya agar suami-ku mengetahui bahwa saat aku mengaku menggoda Yusuf, aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya. Maksudnya, tidak terjadi padaku suatu tindakan melainkan hanya menggoda semata. Aku tidak menodai ranjangnya. Bisa juga mengandung pengertian agar Yusuf mengetahui (saat aku mengakui bahwa akulah yang menggodanya dan dia adalah orang yang jujur), bahwa aku belum berkhianat kepada suamiku saat tidak bersamaku. ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي كَيۡدَ ٱلۡخَآئِنِينَ ﴿ "Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang ber-khianat", karena setiap orang yang berkhianat, perbuatan khianat dan tipu dayanya kembali kepada dirinya sendiri saja dan pasti jati dirinya akan terungkap.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di