Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Yusuf : Ayat 67
"Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka ke (tempat)nya. Maka Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya. Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, dia berkata, 'Bawalah kepadaku sau-daramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan (takaran) dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu. Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapatkan sukatan lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku.' Mereka berkata, 'Kami akan mem-bujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya.' Yusuf berkata kepada pelayan-pelayannya, 'Masukkanlah barang-barang (penukar kepu-nyaan mereka) ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi.' Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Ya'qub) maka mereka berkata, 'Wa-hai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya.' Ya'qub ber-kata, 'Bagaimana (mungkin) aku akan mempercayakannya (Bunya-min) kepadamu, melainkan sebagaimana aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu.' Maka Allah adalah se-baik-baik Penjaga, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para Penyayang. Tatkala mereka membuka barang-barangnya, maka mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, 'Wahai ayah kami, apalagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir).' Ya'qub berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sehingga kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas Nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh.' Tatkala mereka mem-berikan janji mereka, maka Ya'qub berkata, 'Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini).' Dan Ya'qub berkata, 'Hai anak-anakku, janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lainan; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepadaNyalah aku bertawakal dan hendak-lah kepadaNya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri.' Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah me-reka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah ditetapkannya. Dan sesung-guhnya dia mempunyai pengetahuan karena Kami telah mengajar-kan kepadanya. Akan tetapi, kebanyakan manusia tiada mengeta-hui." (Yusuf: 58-68).
Tafsir As-Sa'di
(67) Kemudian ketika Ya'qub melepaskan Bunyamin ber-sama mereka, beliau berpesan kepada mereka, jika akan memasuki negeri Mesir hendaknya mereka tidak memasukinya ﴾ مِنۢ بَابٖ وَٰحِدٖ وَٱدۡخُلُواْ مِنۡ أَبۡوَٰبٖ مُّتَفَرِّقَةٖۖ ﴿ "dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lainan", hal tersebut karena beliau mengkhawa-tirkan adanya (seseorang yang mengidap penyakit) 'ain (hasad), lantaran jumlah mereka banyak dan penampilan mereka yang meng-undang perhatian, karena mereka merupakan putra-putra milik se-orang lelaki saja. Inilah sebab (keluarnya wasiat tersebut). (وَ) "Dan", apabila tidak demikian ﴾ م َ آ أُغۡنِي عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari (takdir) Allah", sedikit pun. Apa saja yang telah ditakdirkan pasti akan terjadi ﴾ إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِۖ ﴿ "keputusan menetap-kan (sesuatu) hanyalah hak Allah", keputusan itu adalah keputusan-Nya dan perintah itu adalah perintahNya. Apa saja yang telah di-putuskan dan ditetapkan pasti akan terjadi ﴾ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُۖ ﴿ "kepadaNya-lah aku bertawakal", aku bergantung kepada Allah, tidak bertumpu pada faktor sebab pesanku kepada kalian ﴾ وَعَلَيۡهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُتَوَكِّلُونَ ﴿ "dan hendaklah kepadaNya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri", karena dengan tawakal, sasaran-sasaran yang baik akan terwujud, dan kejadian-kejadian yang menakutkan akan menyingkir.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di