Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ar-Ra'd : Ayat 43

"Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (yaitu kafir Makkah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang di-usahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. Orang-orang kafir berkata, 'Kamu bukan orang yang dijadikan Rasul.' Katakanlah, 'Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu al-Kitab'." (Ar-Ra'd: 42-43)
Tafsir As-Sa'di
(43) ﴾ وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَسۡتَ مُرۡسَلٗاۚ ﴿ "Orang-orang kafir berkata, "Kamu bukan orang yang dijadikan Rasul," maksudnya, mereka men-dustakanmu dan mendustakan risalahmu ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," kepada mereka bila mereka meminta saksi ﴾ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدَۢا بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡ ﴿ "Cu-kuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu," dan persaksian Allah itu dengan ucapan, tindakan, dan penetapanNya. Adapun (persaksi-an) ucapanNya, maka dengan segala berita yang diwahyukan ke-pada makhlukNya yang paling jujur yang menguatkan risalahNya. Sedangkan (persaksian) tindakanNya, maka dengan cara Allah telah mendukung RasulNya dan menolongnya dengan pertolongan yang di luar jangkauan kemampuannya dan kemampuan para sahabat serta para pengikutnya. Ini adalah persaksianNya melalui tindakan dan dukungan. Sedangkan penetapanNya, maka (perwujudannya adalah bahwa) Rasulullah telah memberitahukan tentang dirinya bahwa ia seorang rasul (Allah), dan memerintahkan orang-orang untuk mengikutinya. Barangsiapa yang mengikutinya, maka akan meraih kemuliaan dan keridhaanNya. Barangsiapa yang tidak meng-ikutinya, maka dia mendapatkan neraka dan murka. Harta dan nyawanya halal. Dan Allah menetapkannya atas hal tersebut. Se-andainya, beliau berbicara macam-macam, niscaya beliau akan segera dikenakan hukuman.
﴾ وَمَنۡ عِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Dan antara orang yang mempunyai ilmu al- Kitab," ini mencakup semua ulama ahli kitab dari dua golongannya (Yahudi dan Nasrani). Karena mereka bersaksi atas (kebenaran) Rasulullah. Barangsiapa yang beriman dan mengikuti kebenaran, niscaya akan menyampaikan kesaksian yang menjadi kewajibannya. Sedangkan orang yang menyembunyikannya, maka pemberitahuan Allah tentang dirinya, bahwa dia mempunyai persaksian adalah lebih gamblang daripada pernyataannya (dari dirinya sendiri). Se-andainya dia tidak memiliki kesaksian, maka kesaksiannya akan tertolak dengan petunjuk bukti. Karena itu, sikap diamnya menun-jukkan bahwa dia mempunyai kesaksian yang disembunyikan. Allah memerintahkan beliau untuk meminta persaksian ahli kitab, sebab mereka orang-orang yang berkompeten dalam masalah ini. Dan setiap perkara, maka hanya para ahlinyalah yang dimintai keterangan dan orang-orang yang lebih tahu daripada orang lain tentang itu. Berbeda dengan orang yang tidak tahu sama sekali tentangnya, misalnya bangsa yang buta huruf, dari kalangan kaum musyrikin Arab dan lainnya, maka tidak ada manfaatnya untuk memintai keterangan dari mereka. Karena mereka tidak mengetahui dan tidak mengerti. Wallahu a'lam.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di