Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Ibrahim : Ayat 39
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, 'Ya Rabbku, jadikan-lah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesung-guhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang men-durhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menem-patkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahMu (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan me-reka bersyukur. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Se-sungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenan-kan) doa. Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan doaku. Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat)'." (Ibrahim: 35-41).
Tafsir As-Sa'di
(39) Berikutnya, beliau mendoakan kebaikan bagi dirinya dan keturunannya, dengan berkata, ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى ٱلۡكِبَرِ إِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَۚ ﴿ "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq", karunia dalam bentuk mereka adalah termasuk kenikmatan yang paling besar. Kelahiran mereka di usia tua beliau dalam kondisi yang sudah tiada harapan lagi untuk men-dapatkan anak keturunan merupakan kenikmatan agung yang lain. Dan status mereka sebagai para nabi yang shalih adalah kenikmat-an yang paling besar lagi utama. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doaku," mak-sudnya, sangat dekat pengabulanNya dari orang yang berdoa ke-padaNya. Aku telah berdoa kepadaNya, namun Dia tidak pernah memupuskan harapanku.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di