Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Nahl : Ayat 58
Tafsir As-Sa'di
"Dan mereka menyediakan untuk berhala-berhala yang me-reka tiada mengetahui (kekuasaannya), satu bagian dari rizki yang telah Kami berikan kepada mereka. Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan. Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Mahasuci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hi-tamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia me-nyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara-nya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mem-punyai sifat yang Mahatinggi; dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (An-Nahl: 56-60).
(57-59) ﴾ وَيَجۡعَلُونَ لِلَّهِ ٱلۡبَنَٰتِ ﴿ "Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan," yang mana mengatakan tentang malaikat, para penyembah lagi yang dekat (dengan Allah), mereka itu putri-putri Allah, ﴾ وَلَهُم مَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) sesuatu yang mereka sukai," yaitu anak-anak laki-laki bagi diri mereka. Sampai membuat mereka membenci anak-anak perempuan dengan kebencian yang besar. Salah seorang dari mereka pun bersikap, ﴾ وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلۡأُنثَىٰ ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدّٗا ﴿ "apabila seseorang dari mereka diberi ka-bar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) muka-nya," karena kerisauan yang menimpanya, ﴾ وَهُوَ كَظِيمٞ ﴿ "dan dia sangat marah," yaitu marah lantaran kesedihan dan penyesalan karena mendapat kabar (kelahiran) anak perempuan. Kejadian ini bahkan sampai berakibat dia (merasa) reputasinya dicemari di hadapan kaumnya, dan dia pun menyembunyikan diri dari orang banyak disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Lantas, ia mengerahkan pikiran dan nalarnya yang sudah rusak mengenai tindakan apa yang akan ia perbuat berkaitan dengan anak perem-puannya yang mana dia mendapat kabar dalam (wujud) itu.
﴾ أَيُمۡسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ ﴿ "Apakah dia akan memeliharanya dengan menang-gung kehinaan," maksudnya membiarkannya tanpa menghabisi nya-wanya dengan menanggung kehinaan dan kenistaan, ﴾ أَمۡ يَدُسُّهُۥ فِي ٱلتُّرَابِۗ ﴿ "ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)," mengu-burnya dalam keadaan hidup. Tindakan itulah yang disebut pengu-buran (al-Wa`du) yang dicela oleh Allah pada kaum musyrikin. ﴾ أَلَا سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ ﴿ "Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetap-kan itu," lantaran mereka menyandangkan sifat kepada Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas dengan kebesaranNya, berupa penis-batan anak kepadaNya. Kemudian, tidak berhenti di sini, bahkan mereka menisbatkan jenis anak yang terburuk (menurut mereka) yaitu anak-anak perempuan yang mereka sangat antipati dan mem-bencinya (kepada Allah). Mengapa mereka menisbatkannya kepada Allah تعالى? Maka sejelek-jelek ketetapan adalah ketetapan mereka.
(57-59) ﴾ وَيَجۡعَلُونَ لِلَّهِ ٱلۡبَنَٰتِ ﴿ "Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan," yang mana mengatakan tentang malaikat, para penyembah lagi yang dekat (dengan Allah), mereka itu putri-putri Allah, ﴾ وَلَهُم مَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) sesuatu yang mereka sukai," yaitu anak-anak laki-laki bagi diri mereka. Sampai membuat mereka membenci anak-anak perempuan dengan kebencian yang besar. Salah seorang dari mereka pun bersikap, ﴾ وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلۡأُنثَىٰ ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدّٗا ﴿ "apabila seseorang dari mereka diberi ka-bar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) muka-nya," karena kerisauan yang menimpanya, ﴾ وَهُوَ كَظِيمٞ ﴿ "dan dia sangat marah," yaitu marah lantaran kesedihan dan penyesalan karena mendapat kabar (kelahiran) anak perempuan. Kejadian ini bahkan sampai berakibat dia (merasa) reputasinya dicemari di hadapan kaumnya, dan dia pun menyembunyikan diri dari orang banyak disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Lantas, ia mengerahkan pikiran dan nalarnya yang sudah rusak mengenai tindakan apa yang akan ia perbuat berkaitan dengan anak perem-puannya yang mana dia mendapat kabar dalam (wujud) itu.
﴾ أَيُمۡسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ ﴿ "Apakah dia akan memeliharanya dengan menang-gung kehinaan," maksudnya membiarkannya tanpa menghabisi nya-wanya dengan menanggung kehinaan dan kenistaan, ﴾ أَمۡ يَدُسُّهُۥ فِي ٱلتُّرَابِۗ ﴿ "ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)," mengu-burnya dalam keadaan hidup. Tindakan itulah yang disebut pengu-buran (al-Wa`du) yang dicela oleh Allah pada kaum musyrikin. ﴾ أَلَا سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ ﴿ "Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetap-kan itu," lantaran mereka menyandangkan sifat kepada Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas dengan kebesaranNya, berupa penis-batan anak kepadaNya. Kemudian, tidak berhenti di sini, bahkan mereka menisbatkan jenis anak yang terburuk (menurut mereka) yaitu anak-anak perempuan yang mereka sangat antipati dan mem-bencinya (kepada Allah). Mengapa mereka menisbatkannya kepada Allah تعالى? Maka sejelek-jelek ketetapan adalah ketetapan mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di