Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Nahl : Ayat 85
Tafsir As-Sa'di
"Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri), dan tidak (pula) me-reka dibolehkan meminta maaf. Dan apabila orang-orang zhalim telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh. Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu me-reka, mereka berkata, 'Ya Rabb kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang mereka dahulu kami sembah selain dariMu.' Lalu seku-tu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang dusta.' Dan mereka menyatakan ketunduk-annya kepada Allah pada hari itu, dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan." (An-Nahl: 84-87).
(84-85) Allah تعالى mengabarkan mengenai kondisi orang-orang kafir di Hari Kiamat, dan bahwa dalih alasan tidak diterima dari mereka dan tidak (pula) dihilangkan hukuman dari mereka, para sekutu mereka berlepas diri dari mereka (para penyembahnya) dan mengakui bahwa mereka berbuat kekufuran dan mengadakan kedustaan kepada Allah. Allah berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدٗا ﴿ "Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul)," yang akan bersaksi atas mereka terhadap amal perbuatan mereka, dan apakah jawaban yang mereka sampaikan terhadap penyeru kepada hidayah. Saksi tersebut yang Allah bang-kitkan adalah saksi yang terbersih lagi paling adil. Mereka itu ada-lah para rasul yang bila telah mengeluarkan persaksian mereka, maka jatuhlah keputusan atas orang-orang kafir tersebut.
﴾ ثُمَّ لَا يُؤۡذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir," untuk mengajukan alasan. Sebab pengajuan alasan pasca mereka mengetahui kebatilan keyakinan yang mereka pegangi, merupakan alasan yang dusta, tiada berguna bagi mereka sama sekali. Seandainya mereka meminta untuk (diberi kesempatan) kem-bali ke dunia lagi, untuk mengoreksi diri, niscaya tidak akan di-kabulkan dan tidak diberi masa penundaan. Akan tetapi, siksa yang dahsyat akan segera menghampiri mereka, tidak diringankan atas mereka, tanpa ada masa penungguan maupun penangguhan sejak pertama kali mereka melihat siksa itu. Karena mereka tidak mem-punyai kebaikan. Amal perbuatan (buruk) mereka akan dihitung. Mereka disuruh berdiri mempertanggungjawabkan amalan-amalan-nya, (disebutkan satu-persatu) agar mereka dibuat mengakuinya lalu dipermalukan.
(84-85) Allah تعالى mengabarkan mengenai kondisi orang-orang kafir di Hari Kiamat, dan bahwa dalih alasan tidak diterima dari mereka dan tidak (pula) dihilangkan hukuman dari mereka, para sekutu mereka berlepas diri dari mereka (para penyembahnya) dan mengakui bahwa mereka berbuat kekufuran dan mengadakan kedustaan kepada Allah. Allah berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدٗا ﴿ "Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul)," yang akan bersaksi atas mereka terhadap amal perbuatan mereka, dan apakah jawaban yang mereka sampaikan terhadap penyeru kepada hidayah. Saksi tersebut yang Allah bang-kitkan adalah saksi yang terbersih lagi paling adil. Mereka itu ada-lah para rasul yang bila telah mengeluarkan persaksian mereka, maka jatuhlah keputusan atas orang-orang kafir tersebut.
﴾ ثُمَّ لَا يُؤۡذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir," untuk mengajukan alasan. Sebab pengajuan alasan pasca mereka mengetahui kebatilan keyakinan yang mereka pegangi, merupakan alasan yang dusta, tiada berguna bagi mereka sama sekali. Seandainya mereka meminta untuk (diberi kesempatan) kem-bali ke dunia lagi, untuk mengoreksi diri, niscaya tidak akan di-kabulkan dan tidak diberi masa penundaan. Akan tetapi, siksa yang dahsyat akan segera menghampiri mereka, tidak diringankan atas mereka, tanpa ada masa penungguan maupun penangguhan sejak pertama kali mereka melihat siksa itu. Karena mereka tidak mem-punyai kebaikan. Amal perbuatan (buruk) mereka akan dihitung. Mereka disuruh berdiri mempertanggungjawabkan amalan-amalan-nya, (disebutkan satu-persatu) agar mereka dibuat mengakuinya lalu dipermalukan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di