Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Israa : Ayat 64

"Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu semua kepada Adam', lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?' Dia (iblis) berkata, 'Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai Hari Kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.' Allah berfirman, 'Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikutimu, maka sesungguhnya Neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan tipu dayalah siapa yang kamu sanggupi di antara me-reka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki, dan berserikatlah de-ngan mereka pada harta dan anak-anak, dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melain-kan tipuan belaka. Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabbmu sebagai Pen-jaga'." (Al-Isra`: 61-65).
Tafsir As-Sa'di
(64) Kemudian Allah memerintahkan iblis untuk melakukan apa saja yang ia mampu untuk menyesatkan mereka, seraya ber-firman, ﴾ وَٱسۡتَفۡزِزۡ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُم بِصَوۡتِكَ ﴿ "Dan tipu dayalah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu." Termasuk dalam konteks ini setiap penyeru kepada perbuatan maksiat ﴾ وَأَجۡلِبۡ عَلَيۡهِم بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ ﴿ "dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki." Masuk dalam pengertian ayat ini adalah setiap pengen-dara dan orang yang berjalan di atas kemaksiatan kepada Allah, maka semuanya termasuk dari tentara berkuda dan pasukan pejalan kaki milik setan. Maksudnya, bahwasanya Allah berkehendak untuk menguji hamba-hambaNya dengan musuh yang nyata ini yang mengajak mereka untuk bermaksiat dengan perkataan dan perbuat-annya.
﴾ وَشَارِكۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِ ﴿ "Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak," ini meliputi setiap kemaksiatan yang terkait dengan harta benda dan anak-anak mereka, berupa menentang membayar zakat, kaffarah dan hak-hak yang wajib, tidak membina dan mendidik anak untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan, mengambil harta yang bukan haknya atau mengguna-kannya tanpa alasan yang benar atau menempuh cara-cara yang buruk. Bahkan para ahli tafsir menyebutkan bahwa termasuk juga dalam intervensi setan pada harta dan anak yaitu meninggalkan ucapan tasmiyah (bismillah) ketika makan, minum dan jima', dan bahwa bila dia tidak menyebut Nama Allah dalam melakukan hal itu, maka setan ikut serta di dalamnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits[23] ﴾ وَعِدۡهُمۡۚ ﴿ "dan beri janjilah mereka," yaitu janji-janji indah yang tidak ada realitanya.
Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا ﴿ "dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan be-laka," yaitu kebatilan yang akan pupus. Seperti memperindah pan-dangan kepada kemaksiatan dan keyakinan-keyakinan yang buruk kepada mereka, dan menjanjikan pahala bagi mereka dengan itu, lantaran mereka menyangka berada di atas kebenaran. Allah berfir-man,
﴾ ٱلشَّيۡطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغۡفِرَةٗ مِّنۡهُ وَفَضۡلٗاۗ ﴿
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untuk-mu ampunan dan karunia dariNya." (Al-Baqarah: 268).
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di