Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Kahf : Ayat 1

"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada ham-baNya al-Kitab (al-Qur`an), dan dia tidak mengadakan kebengkok-an di dalamnya, sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingat-kan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan membawa berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerja-kan amal shalih, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, 'Allah meng-ambil seorang anak.' Mereka sekali-kali tidak mempunyai penge-tahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (al-Qur`an)." (Al-Kahfi: 1-6).
Tafsir As-Sa'di
(1) ﴾ ٱلۡحَمۡدُ ﴿, adalah pujian kepada Allah, dengan sifat-sifat-Nya yang keseluruhannya merupakan sifat-sifat sempurna, nikmat-nikmatNya yang zahir maupun yang batin, nikmat agama dan du-nia. Secara mutlak, nikmat Allah yang paling agung adalah Allah menurunkan al-Qur`an kepada hamba dan RasulNya, Muhammad. Maka, Allah memuji DzatNya. Dalam pujian tersebut, terkandung panduan bagi para hamba agar mereka memujiNya atas pengirim-an seorang rasul dan diturunkannya al-Qur`an kepada mereka.
Kemudian Allah memberikan predikat pada al-Qur`an dengan dua sifat yang mengandung pengertian bahwasanya al-Qur`an itu sempurna dari segala sisi, yaitu penafian kebengkokan dari al-Qur-`an, dan penetapan bahwasanya al-Qur`an adalah permanen lagi lurus.
Penafian unsur kebengkokan dari al-Qur`an menunjukkan bahwa tidak ada kedustaan dalam berita-beritanya, tidak ada ke-zhaliman dan hal-hal yang sia-sia dalam semua perintah dan lara-ngannya. Sedangkan penetapan sifat istiqamah (lurus) menuntut bahwa al-Qur`an tidak memerintahkan dan tidak pula memberita-kan melainkan dengan berita yang paling agung, yaitu berita-berita yang akan membuat hati penuh dengan pengetahuan, keimanan, dan pemahaman. Seperti berita-berita tentang nama-nama Allah, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatanNya. Termasuk juga perkara-perkara ghaib yang sudah lewat maupun yang akan datang. (Mengan-dung makna pula) bahwa perintah-perintah dan larangan-larangan-nya dapat menyucikan, membersihkan, dan menumbuhkan serta menjadikan jiwa sempurna, lantaran memuat unsur keadilan yang sempurna, keseimbangan, keikhlasan, dan peribadahan kepada Allah, Penguasa alam semesta, sendirian, tiada sekutu bagiNya. Maka, patutlah pada kitab (al-Qur`an) yang berkarakter demikian, bahwa Allah memuji diriNya lantaran Dia yang menurunkan al-Qur`an dan mengagungkan DzatNya di hadapan para hambaNya dengan itu.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di