Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Kahf : Ayat 19

"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, 'Sudah berapa lama kamu berada (di sin)?' Mereka menjawab, 'Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.' Berkatalah (yang lain lagi, 'Rabbmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini), maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, lalu hendaklah dia lihat mana-kah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-sekali menceritakan halmu kepada siapa pun. Sesungguh-nya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan berun-tung selamanya." (Al-Kahfi: 19-20).
Tafsir As-Sa'di
(19) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَكَذَٰلِكَ بَعَثۡنَٰهُمۡ ﴿ "Dan demikian-lah Kami bangunkan mereka," dari tidurnya yang sangat lama ﴾ لِيَتَسَآءَلُواْ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri," maksud-nya agar mereka saling berdiskusi supaya mendapatkan berita yang valid tentang berapa lama mereka tinggal. ﴾ قَالَ قَآئِلٞ مِّنۡهُمۡ كَمۡ لَبِثۡتُمۡۖ قَالُواْ لَبِثۡنَا يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡمٖۚ ﴿ "Salah seorang di antara mereka berkata, 'Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)?' Mereka menjawab, 'Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari'." Pernyataan ini berlandaskan prasangka orang yang mengatakan (belaka). Sepertinya, telah terjadi kekaburan pada mereka mengenai masa mereka tinggal.
Oleh karena itu, ﴾ قَالُواْ رَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ ﴿ "Berkatalah (yang lain lagi), 'Rabbmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini)'." Mereka mengembalikan hal tersebut kepada Dzat yang ilmuNya meliputi segala sesuatu, secara global maupun terperinci. Barangkali setelah itu Allah تعالى memberitahukan kepada mereka tentang masa tinggal mereka. Lantaran Allah membangunkan mereka agar mereka sa-ling bertanya di antara mereka sendiri, dan Allah mengabarkan bahwa mereka saling berdiskusi dan berbicara sebatas pengetahu-an mereka yang berujung pada ketidakjelasan. Maka seharusnya Allah telah mengabarkan mereka (tentang itu) secara pasti. Hal itu dapat kita ketahui melalui hikmah menjadikan mereka terjaga, dan bahwasanya Allah tidak melakukannya secara sia-sia. Di antara rahmatNya terhadap orang yang mencari kepastian sesuatu dalam perkara-perkara yang dituntut untuk diketahui lalu dia berusaha untuk mengetahuinya dengan batas kemampuannya, yaitu Allah menjelaskan perkara tersebut kepadanya, dan berdasarkan ayat-ayat yang disebutkan setelah FirmanNya,
﴾ وَكَذَٰلِكَ أَعۡثَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ لِيَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ لَا رَيۡبَ فِيهَآ ﴿
"Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan me-reka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bah-wa kedatangan Hari Kiamat tidak ada keraguan padanya." (Al-Kahfi: 21).
Seandainya kondisi mereka tidak diketahui (setelahnya), nis-caya mereka tidak menjadi bukti atas apa yang Allah sebutkan (ten-tang hari Kebangkitan). Kemudian, tatkala mereka saling bertanya di antara sesama mereka dan terjadi peristiwa pada mereka yang Allah kabarkan, maka mereka pun mengutus salah seorang di an-tara mereka dengan membawa uang perak. Maksudnya, uang be-berapa dirham yang mereka bawa, agar orang tersebut membelikan makanan dari kota (yang mereka tinggalkan) untuk mereka makan. Mereka memerintahkannya agar memilih makanan yang paling bagus. Maksudnya, makanan terbaik dan paling lezat. Dan supaya berkelakuan ramah ketika pergi, membeli serta kepulangannya. Mereka juga memerintahkan supaya dia menutup diri dalam urusan-nya dan tutup mulut tentang keadaan teman-temannya dan jangan sampai memberitahukan seorang pun tentang keadaan mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di