Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Kahf : Ayat 4

Tafsir As-Sa'di
"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada ham-baNya al-Kitab (al-Qur`an), dan dia tidak mengadakan kebengkok-an di dalamnya, sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingat-kan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan membawa berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerja-kan amal shalih, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, 'Allah meng-ambil seorang anak.' Mereka sekali-kali tidak mempunyai penge-tahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (al-Qur`an)." (Al-Kahfi: 1-6).

(4-5) ﴾ وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدٗا 4 ﴿ "Dan untuk memperingat-kan kepada orang-orang yang berkata, 'Allah mengambil seorang anak'," dari kalangan Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik yang me-ngatakan perkataan keji ini. Sesungguhnya mereka tidak mengata-kan hal itu atas dasar ilmu dan keyakinan, mereka tidak memiliki ilmu, tidak pula memiliki ilmu dari nenek moyang mereka yang mereka ikuti. Bahkan, mereka hanyalah mengikuti prasangka dan keinginan-keinginan yang disukai oleh hawa nafsunya.
﴾ كَبُرَتۡ كَلِمَةٗ تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡۚ ﴿ "Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka," maksudnya amat besar kekejiannya dan amat parah hukumannya. Manakah kekejian yang lebih besar daripada menyandangi Allah dengan sifat bahwa Dia mengambil seorang anak yang menimbulkan konsekuensi kekuranganNya dan peran-serta pihak lain (dari makhluk) kepadaNya dalam sifat-sifat khusus rububiyyah dan uluhiyyah, dan mengadakan kedustaan atas nama-Nya?!
﴾ فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ﴿
"Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah?" (Al-Kahfi: 15).
Oleh karena itu, Allah di sini berfirman, ﴾ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبٗا 5 ﴿ "Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta," yaitu kedustaan murni, tidak ada kebenaran sedikit pun padanya. Perhatikanlah, bagaimana Allah menggugurkan perkataan ini sedikit demi sedikit dan berpindah dari suatu kebatilan menuju kebatilan yang lebih parah.
Pertama, Allah mengabarkan bahwa, ﴾ مَّا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٖ وَلَا لِأٓبَآئِهِمۡۚ ﴿ "mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka." Berkata atas nama Allah tanpa ilmu, tidak diragukan lagi larangan dan kebatilannya.
Kemudian kedua, Allah mengabarkan bahwa perkataan ter-sebut adalah perkataan buruk lagi keji. Maka Allah berfirman, ﴾ كَبُرَتۡ كَلِمَةٗ تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡۚ ﴿ "Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka," selanjutnya ketiga, Allah menyebutkan tingkat kejelek-annya yaitu kedustaan yang meniadakan kebenaran.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di