Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Maryam : Ayat 14

"Hai Yahya, ambillah al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi dia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami, dan kesucian (dari dosa). Dan dia adalah seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah dia seorang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinyalah pada hari dia dilahirkan, dan pada hari dia me-ninggal dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali." (Maryam: 12-15).
Tafsir As-Sa'di
(14) Siapa saja yang beriman dan bertakwa kepada Allah, maka dia menjadi salah satu wali Allah, dan termasuk salah satu (calon) penghuni surga yang dipersiapkan untuk orang-orang yang bertakwa. Dia mendapatkan pahala dunia akhirat yang Allah tetap-kan sebagai balasan atas ketakwaan. Yahya juga ﴾ ب َ ر ّ َ م ا بِوَٰلِدَيۡهِ ﴿ "banyak berbakti kepada kedua orang tuanya," maksudnya tidak durhaka dan tidak berbuat jelek kepada kedua orang tuanya, bahkan dia berbuat baik kepada keduanya lewat perkataan dan perbuatan. ﴾ وَلَمۡ يَكُن جَبَّارًا عَصِيّٗا 14 ﴿ "Dan bukanlah dia seorang yang sombong lagi durhaka," mak-sudnya, dia bukanlah sosok yang bersifat diktator, tinggi hati untuk beribadah kepada Allah, tidak sombong kepada sesama hamba Allah dan kedua orang tuanya. Bahkan sebaliknya, dia seorang yang selalu bertawadhu', rendah hati, taat dan bertaubat kepada Allah. Jadi, Nabi Yahya telah memadukan antara menunaikan hak-hak Allah dan menjalankan hak-hak makhluk Allah.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di