Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Maryam : Ayat 46
"Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam al-Kitab (al-Qur`an) ini. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sa-ngat membenarkan lagi seorang nabi. Ingatlah ketika dia berkata kepada bapaknya, 'Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun. Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Dzat Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab oleh Dzat Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan.' Bapaknya berkata, 'Benci-kah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim. Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama.' Ibrahim berkata, 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Rabbku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Rabbku.' Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka, dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq, dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi. Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami, dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi." (Maryam: 41-50).
Tafsir As-Sa'di
(46) Namun, dakwah ini tidak mempan bagi bapaknya yang celaka itu. Bahkan dia meresponsnya dengan jawaban orang yang jahil. Bapaknya mengatakan, ﴾ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنۡ ءَالِهَتِي يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُۖ ﴿ "Apakah kamu benci kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim?" Dia membanggakan diri dengan tuhan-tuhannya yang terbuat dari batu dan berhala, lalu mencela Ibrahim karena benci kepada tuhan-tuhan ini. Sikap ini termasuk bentuk kebodohan yang parah dan kekufuran yang begitu buruk. Dia memuji diri sendiri dengan peribadatannya ke-pada setan dan (ditambah dengan) menyeru kepadanya. ﴾ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ ﴿ "Jika kamu tidak berhenti," maksudnya berhenti dari mencela tuhan-tuhanku dan tidak berhenti mendakwahiku kepada peribadahan kepada Allah ﴾ لَأَرۡجُمَنَّكَۖ ﴿ "maka niscaya kamu akan kurajam" yaitu di-bunuh dengan batu ﴾ وَٱهۡجُرۡنِي مَلِيّٗا 46 ﴿ "dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama," maksudnya, janganlah engkau mengajakku berbicara dalam waktu yang lama.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di