Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Baqara : Ayat 285
Tafsir As-Sa'di
"Rasul telah beriman kepada al-Qur`an yang diturunkan ke-padanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya,' dan mereka mengatakan, 'Kami dengar dan kami taat.' (Mereka berdoa), 'Ampunilah kami ya Rabb kami, dan ke-padaMu-lah tempat kembali.' Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaf-lah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir'." (Al-Baqarah: 285-286).
(285-286) Terdapat riwayat shahih dari Nabi ﷺ bahwa barangsiapa yang membaca dua ayat ini pada malam hari, maka itu cukuplah baginya,[35] yakni dari segala kejahatan (keburukan). Hal itu karena kedua ayat ini meliputi makna-makna yang agung. Allah تعالى telah memerintahkan manusia dalam awal surat ini untuk beriman dengan segala pokok-pokok dalam FirmanNya,
﴾ قُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا ﴿
"Katakanlah (hai orang-orang Mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami'." (Al-Baqarah: 136).
Allah mengabarkan dalam ayat ini bahwasanya Rasulullah ﷺ dan orang-orang yang bersamanya dari kaum Mukminin telah beriman kepada pokok-pokok yang agung ini; kepada seluruh Rasul dan seluruh kitab-kitab, dan mereka tidak melakukan seperti perbuatan orang-orang yang beriman dengan sebagian dan meng-ingkari sebagian lainnya, seperti kondisi orang-orang yang menyim-pang dari pemeluk-pemeluk agama lain yang tersesat. Dirangkai-nya secara urut kaum Mukminin dengan Rasulullah ﷺ dan disebut-nya mereka semua dengan satu kabar saja, merupakan kemuliaan yang besar bagi kaum Mukminin. Ayat ini juga menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sama dengan umatnya dalam hal sebagai sasaran perintah syar'i, pelaksanaan beliau yang sempurna dan bahwasanya beliau itu lebih tinggi dari kaum Mukminin -bahkan lebih tinggi dari seluruh Rasul- dalam pelaksanaan keimanan dan hak-haknya.
Dan FirmanNya, ﴾ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ ﴿ "Dan mereka mengatakan, 'Kami dengar dan kami taat'." Konsistensi kaum Mukminin ini adalah umum terhadap semua yang dibawa oleh Nabi ﷺ dari al-Qur`an dan as-Sunnah. Dan bahwasanya mereka mendengar beliau dengan maksud penerimaan, ketundukan, dan kepatuhan. Kandungan dari itu adalah penghambaan mereka terhadap Allah dalam rangka memohon pertolongan untuk melaksanakannya dan bahwasanya Allah mengampuni mereka atas kelalaian mereka dari kewajiban-kewajiban dan apa yang mereka kerjakan dari hal-hal yang diha-ramkan. Mereka juga menghambakan diri kepada Allah dalam doa-doa yang penuh manfaat tersebut, dan Allah تعالى telah memenuhi doa mereka melewati lisan Nabi mereka ﷺ yang bersabda (dalam sebuah hadits Qudsi),
قَدْ فَعَلْتُ.
"Sungguh Aku telah melakukannya."[36]
Doa-doa ini akan diterima dari seluruh kaum Mukminin secara pasti, dan juga dari pribadi-pribadi mereka apabila tidak ada penghalang dari hal itu pada pribadi-pribadi tersebut. Hal itu bahwa Allah menggugurkan siksaan mereka dari kesalahan dan kelupaan, dan bahwa Allah memudahkan bagi mereka syariat-syariatNya dengan sangat mudah, di mana Allah tidak memberat-kan mereka dengan kesulitan, beban-beban, dan tambahan-tam-bahan seperti yang diberikan kepada orang-orang sebelum mereka. Allah tidak memberatkan mereka melebihi dari kemampuan me-reka. Allah juga telah mengampuni mereka, merahmati, dan mem-bela mereka dari orang-orang kafir. Maka kita memohon kepada Allah تعالى dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya dan dengan segala yang dikaruniakannya kepada kita berupa sikap konsisten kita kepada agamaNya agar Dia merealisasikan hal itu buat kita dan agar Allah membuktikan kepada kita dari apa yang telah Dia janjikan kepada kita melewati lisan NabiNya, dan agar Dia mem-perbaiki kondisi kaum Mukminin.
Dari hal ini dapat diambil kaidah "kemudahan dan tidak ada-nya rasa sungkan (sulit) dalam seluruh perkara-perkara Agama," dan kaidah "ampunan dari kelupaan dan kesalahan dalam perkara ibadah dan terhadap hak-hak Allah تعالى dan demikian juga terhadap hak-hak makhluk dari segi menggugurkan dosa dan tidak men-dapat celaan." Adapun wajibnya menjamin kerusakan-kerusakan yang terjadi atas dasar ketidaksengajaan dan kelalaian terhadap jiwa dan harta, maka sesungguhnya hal itu diakibatkan tindakan pengrusakan tanpa hak, yang disengaja ataupun tidak, atau dika-renakan kelalaian.
Selesai tafsir Surat al-Baqarah, segala puji dan sanjungan hanya bagi Allah تعالى, dan shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
(285-286) Terdapat riwayat shahih dari Nabi ﷺ bahwa barangsiapa yang membaca dua ayat ini pada malam hari, maka itu cukuplah baginya,[35] yakni dari segala kejahatan (keburukan). Hal itu karena kedua ayat ini meliputi makna-makna yang agung. Allah تعالى telah memerintahkan manusia dalam awal surat ini untuk beriman dengan segala pokok-pokok dalam FirmanNya,
﴾ قُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا ﴿
"Katakanlah (hai orang-orang Mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami'." (Al-Baqarah: 136).
Allah mengabarkan dalam ayat ini bahwasanya Rasulullah ﷺ dan orang-orang yang bersamanya dari kaum Mukminin telah beriman kepada pokok-pokok yang agung ini; kepada seluruh Rasul dan seluruh kitab-kitab, dan mereka tidak melakukan seperti perbuatan orang-orang yang beriman dengan sebagian dan meng-ingkari sebagian lainnya, seperti kondisi orang-orang yang menyim-pang dari pemeluk-pemeluk agama lain yang tersesat. Dirangkai-nya secara urut kaum Mukminin dengan Rasulullah ﷺ dan disebut-nya mereka semua dengan satu kabar saja, merupakan kemuliaan yang besar bagi kaum Mukminin. Ayat ini juga menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sama dengan umatnya dalam hal sebagai sasaran perintah syar'i, pelaksanaan beliau yang sempurna dan bahwasanya beliau itu lebih tinggi dari kaum Mukminin -bahkan lebih tinggi dari seluruh Rasul- dalam pelaksanaan keimanan dan hak-haknya.
Dan FirmanNya, ﴾ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ ﴿ "Dan mereka mengatakan, 'Kami dengar dan kami taat'." Konsistensi kaum Mukminin ini adalah umum terhadap semua yang dibawa oleh Nabi ﷺ dari al-Qur`an dan as-Sunnah. Dan bahwasanya mereka mendengar beliau dengan maksud penerimaan, ketundukan, dan kepatuhan. Kandungan dari itu adalah penghambaan mereka terhadap Allah dalam rangka memohon pertolongan untuk melaksanakannya dan bahwasanya Allah mengampuni mereka atas kelalaian mereka dari kewajiban-kewajiban dan apa yang mereka kerjakan dari hal-hal yang diha-ramkan. Mereka juga menghambakan diri kepada Allah dalam doa-doa yang penuh manfaat tersebut, dan Allah تعالى telah memenuhi doa mereka melewati lisan Nabi mereka ﷺ yang bersabda (dalam sebuah hadits Qudsi),
قَدْ فَعَلْتُ.
"Sungguh Aku telah melakukannya."[36]
Doa-doa ini akan diterima dari seluruh kaum Mukminin secara pasti, dan juga dari pribadi-pribadi mereka apabila tidak ada penghalang dari hal itu pada pribadi-pribadi tersebut. Hal itu bahwa Allah menggugurkan siksaan mereka dari kesalahan dan kelupaan, dan bahwa Allah memudahkan bagi mereka syariat-syariatNya dengan sangat mudah, di mana Allah tidak memberat-kan mereka dengan kesulitan, beban-beban, dan tambahan-tam-bahan seperti yang diberikan kepada orang-orang sebelum mereka. Allah tidak memberatkan mereka melebihi dari kemampuan me-reka. Allah juga telah mengampuni mereka, merahmati, dan mem-bela mereka dari orang-orang kafir. Maka kita memohon kepada Allah تعالى dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya dan dengan segala yang dikaruniakannya kepada kita berupa sikap konsisten kita kepada agamaNya agar Dia merealisasikan hal itu buat kita dan agar Allah membuktikan kepada kita dari apa yang telah Dia janjikan kepada kita melewati lisan NabiNya, dan agar Dia mem-perbaiki kondisi kaum Mukminin.
Dari hal ini dapat diambil kaidah "kemudahan dan tidak ada-nya rasa sungkan (sulit) dalam seluruh perkara-perkara Agama," dan kaidah "ampunan dari kelupaan dan kesalahan dalam perkara ibadah dan terhadap hak-hak Allah تعالى dan demikian juga terhadap hak-hak makhluk dari segi menggugurkan dosa dan tidak men-dapat celaan." Adapun wajibnya menjamin kerusakan-kerusakan yang terjadi atas dasar ketidaksengajaan dan kelalaian terhadap jiwa dan harta, maka sesungguhnya hal itu diakibatkan tindakan pengrusakan tanpa hak, yang disengaja ataupun tidak, atau dika-renakan kelalaian.
Selesai tafsir Surat al-Baqarah, segala puji dan sanjungan hanya bagi Allah تعالى, dan shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di