Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Baqara : Ayat 41

"Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepadaKu, niscaya Aku penuhi janjiKu kepadamu; dan hanya kepadaKu-lah kamu harus takut (tunduk). Dan berimanlah kamu kepada (al-Qur`an) yang telah Aku turunkan, yang membenarkan (Taurat) yang ada padamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayatKu dengan harga yang rendah, dan hanya kepadaKu-lah kamu harus bertak-wa. Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuk-lah beserta orang-orang yang rukuk." (Al-Baqarah: 40-43).
Tafsir As-Sa'di
(41) ﴾ وَءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلۡتُ ﴿ "Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan," maksudnya al-Qur`an, yang Allah turunkan kepada hamba dan RasulNya, Muhammad ﷺ. Allah memerintah-kan mereka untuk beriman kepadanya dan mengikutinya, hal ini mengharuskan keimanan kepada seseorang yang kitab tersebut diturunkan kepadanya, dan Allah menyebutkan pendorong dalam keimanan mereka, seraya berfirman, ﴾ مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَكُمۡ ﴿ "Yang membe-narkan apa yang ada padamu (Taurat)," maksudnya, kitab yang sesuai dengan kitab yang berada di sisi kalian, tidak berbeda dan tidak pula bertentangan, lalu apabila ia sesuai dengan apa yang ada pada kalian yang tidak berbeda dengannya, maka tidaklah ada peng-halang bagi kalian untuk beriman kepadanya, karena ia membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, dan kalian lebih patut beriman kepadanya dan mempercayainya, karena kalian adalah ahli kitab dan ahli ilmu.
Kemudian dalam Firman Allah تعالى, ﴾ مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَكُمۡ ﴿ "Yang mem-benarkan (Taurat) yang ada padamu," terkandung isyarat bahwa bila kalian tidak beriman kepadanya, maka itu akan kembali kepada kalian sendiri dengan pendustaan kalian terhadap apa yang ada pada kalian, karena ajaran yang dibawa kitab tersebut adalah sama dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa عليه السلام, Nabi Isa عليه السلام dan lain-lainnya dari para Nabi. Maka pendustaan kalian terhadapnya adalah pendustaan kalian terhadap apa yang ada pada kalian.
Yang demikian itu ditambah lagi dengan kenyataan bahwa dalam kitab yang ada pada kalian ada berita tentang Nabi yang membawa al-Qur`an tersebut, dan telah disampaikan sebagai kabar gembira (kepada kalian), dan apabila kalian tidak beriman kepa-danya niscaya kalian telah mendustai sebagian yang telah turun kepada kalian, padahal orang yang mendustai sebagian yang ditu-runkan kepadanya, maka dia telah mendustai seluruhnya, sebagai-mana orang yang mendustai seorang Rasul, maka dia telah men-dustai para Rasul seluruhnya. Dan ketika Allah memerintahkan kepada mereka untuk beriman kepadanya, Allah melarang dan mengingatkan mereka dari kebalikannya yaitu kafir terhadapnya, Allah berfirman, ﴾ وَلَا تَكُونُوٓاْ أَوَّلَ كَافِرِۭ بِهِۦۖ ﴿ "Dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya," maksudnya kafir kepada Rasul dan al-Qur`an. Dalam FirmanNya, ﴾ أَوَّلَ كَافِرِۭ بِهِۦۖ ﴿ "Orang yang pertama kafir kepadanya" adalah statemen yang lebih kuat daripada kalau mengatakan, "dan janganlah kalian kafir kepadanya." Karena apa-bila mereka yang pertama kafir kepadanya, maka itu menunjukkan bahwa mereka bersegera kepada kekafiran, suatu tindakan terbalik dari yang seharusnya mereka lakukan, sehingga dosa-dosa mereka dan dosa orang-orang setelahnya yang mengikuti mereka dibeban-kan kepada mereka.
Kemudian Allah menyebutkan tentang penghalang bagi mereka dari keimanan mereka tersebut yaitu memilih penawaran yang paling rendah daripada kebahagiaan yang abadi, seraya ber-firman, ﴾ وَلَا تَشۡتَرُواْ بِـَٔايَٰتِي ثَمَنٗا قَلِيلٗا ﴿ "Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayatKu dengan harga yang rendah," maksudnya, kedudukan dan penghidupan yang mereka peroleh di mana mereka mengira itu semua akan lenyap jika mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka menukarkan hal itu dengan ayat-ayat Allah, mereka menyukainya dan mendahulukannya, ﴾ وَإِيَّٰيَ ﴿ "dan hanya kepada Aku-lah" maksudnya tidak kepada selainKu, ﴾ فَٱتَّقُونِ ﴿ "kamu harus bertakwa," karena bila kalian bertakwa kepada Allah semata, niscaya ketakwaan kalian itu mendorong kalian untuk mendahu-lukan keimanan kepada ayat-ayatNya daripada penawaran yang rendah itu, sebagaimana juga bila kalian memilih penawaran yang rendah itu, maka hal itu adalah bukti petunjuk akan hilangnya ketakwaan dalam hati kalian. Kemudian Allah berfirman,
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di