Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ta-Ha : Ayat 4

"Thaha. Kami tidak menurunkan al-Qur`an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang men-ciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu) Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas 'Arasy. KepunyaanNya-lah semua yang ada langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya, dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia yang telah tersembunyi. Dia-lah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia. Dia mempunyai al-Asma` al-Husna (nama-nama yang paling baik)." (Thaha: 1-8).
Tafsir As-Sa'di
(4) Selanjutnya, Allah menyebutkan kebesaran al-Qur`an yang agung ini. Ia merupakan wahyu yang diturunkan Pencipta bumi dan langit, yang mengatur semua makhluk. Maksudnya, teri-malah wahyu yang diturunkan ini dengan sikap ketundukan yang penuh, kecintaan, dan penerimaan yang total. Agungkanlah wahyu itu dengan sebaik-baiknya. Acapkali Allah menyatukan antara sifat al-Khalqu (penciptaan) dan al-Amru (penetapan syariat). Seba-gaimana tertuang di dalam ayat ini. Juga seperti dalam FirmanNya,
﴾ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ ﴿
"Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah." (Al-A'raf: 54), juga dalam FirmanNya,
﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ وَمِنَ ٱلۡأَرۡضِ مِثۡلَهُنَّۖ يَتَنَزَّلُ ٱلۡأَمۡرُ بَيۡنَهُنَّ ﴿
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya." (Ath-Thalaq: 12).
Demikian ini, karena Allah adalah Dzat yang menciptakan, yang menetapkan perintah dan larangan. Sebagaimana tidak ada pencipta selain Allah, maka tidak ada kewajiban, perintah, dan larangan yang harus dilaksanakan oleh makhluk kecuali dari Pen-cipta mereka. Begitu pula bahwa penciptaan yang Allah lakukan terhadap makhlukNya di dalamnya termasuk pengaturan takdir kauni (yang tidak berkaitan dengan mahabbah Allah dan mesti terjadi). Sedangkan penetapan perintah di dalamnya mengandung pengaturan takdir syar'i (yang berkaitan dengan mahabbah Allah, tapi tidak mesti terjadi). Sebagaimana penciptaan makhluk tidak akan terlepas dari hikmah, maka Allah tidak menciptakan mereka untuk tujuan yang mengada-ada, begitu pula, Allah tidak meme-rintahkan dan tidak melarang kecuali pasti dengan sebab yang mana ia merupakan sebuah keadilan, hikmah, dan kebaikan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di