Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Ta-Ha : Ayat 73
"Dan sesungguhnya Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya, maka dia men-dustakan dan enggan (menerima kebenaran). Fir'aun berkata, 'Ada-kah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa? Dan kami pun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu, maka tentu-kanlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu, (yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula kamu) di suatu tempat yang pertengahan (letaknya).' Musa berkata, 'Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendak-lah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik.' Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang. Musa berkata kepada mereka, 'Celakalah kamu, janganlah kamu mengadakan kedustaan ter-hadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa.' Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedusta-an. Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka, dan mereka merahasiakan percakapan (mereka). Mereka berkata, 'Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusirmu dari negerimu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukanmu yang utama. Maka him-punlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sesungguhnya beruntunglah orang yang me-nang pada hari ini.' (Setelah mereka berkumpul) mereka berkata, 'Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?' Musa berkata, 'Bahkan silakan kamu sekalian melemparkan.' Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa, seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka. Musa me-rasa takut dalam hatinya. Kami berkata, 'Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lem-parkanlah sesuatu yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan sesuatu yang mereka buat. Sesungguhnya sesuatu yang mereka buat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.' Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya ber-kata, 'Kami telah percaya kepada Rabb Harun dan Musa.' Fir'aun berkata, 'Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku beri izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemim-pinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesung-guhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma, dan sesung-guhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya.' Mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Rabb yang menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Rabb kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melaku-kannya. Dan Allah lebih baik (pahalaNya) dan lebih kekal (azab-Nya)'." (Thaha: 56-73).
Tafsir As-Sa'di
(73) ﴾ إِنَّآ ءَامَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغۡفِرَ لَنَا خَطَٰيَٰنَا ﴿ "Sesungguhnya kami telah beriman kepada Rabb kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami," yaitu kekufuran dan maksiat-maksiat kami. Sesungguhnya keiman-an menghapuskan kesalahan-kesalahan, dan taubat menutup dosa silam. Perkataan mereka, ﴾ وَمَآ أَكۡرَهۡتَنَا عَلَيۡهِ مِنَ ٱلسِّحۡرِۗ ﴿ "Dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami untuk melakukannya," yang kami gunakan untuk melawan kebenaran. Ini merupakan dalil bahwa mereka tidak berkehendak sendiri dalam perbuatan mereka tadi. Fir'aun-lah yang memaksa mereka dengan sekuat tenaga. Secara eksplisit nampak -wallahu a'lam– bahwasanya ketika Musa menyampaikan nasihat kepada mereka sebagaimana tertuang pada Firman Allah, ﴾ وَيۡلَكُمۡ لَا تَفۡتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبٗا فَيُسۡحِتَكُم بِعَذَابٖۖ ﴿ "Celakalah kamu, janganlah kamu mengadakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa." (Thaha: 61), ternyata telah mempengaruhi mereka dan membekas pada diri mereka dengan kuat. Oleh karena itu, mereka saling berbantahan usai mendengarkan perkataan dan nasihat Musa. Kemudian Fir'aun menuntut dan memaksa mereka untuk melakukan makar yang telah mereka perbuat. Karena itu, para tukang sihir itu mengemukakan pernyataan Fir'aun tadi sebe-lum dia mendatangi mereka, di mana mereka mengatakan, ﴾ إِنۡ هَٰذَٰنِ لَسَٰحِرَٰنِ يُرِيدَانِ أَن يُخۡرِجَاكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِمَا ﴿ "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya," (Thaha: 63), jadi mereka berbuat sesuai dengan cara yang sudah digariskan Fir'aun dan dipaksakannya. Boleh jadi goresan yang mengendap di hati-hati mereka ini adalah disebabkan kebencian mereka untuk melawan kebenaran dengan kebatilan, dan tindakan-tindakan yang telah mereka kerjakan dengan menu-tup mata. Itulah yang berpengaruh positif pada mereka, dan Allah merahmati mereka dengan itu dan mencurahkan taufik kepada mereka untuk beriman dan bertaubat.
﴾ وَٱللَّهُ خَيۡرٞ ﴿ "Dan Allah lebih baik (pahalaNya)," dari apa yang engkau janjikan berupa upah, kedudukan, dan jabatan ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ 73 ﴿ "dan lebih kekal," ganjaran dan kebaikanNya, tidak seperti yang di-omongkan oleh Fir'aun, ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ أَيُّنَآ أَشَدُّ عَذَابٗا وَأَبۡقَىٰ 71 ﴿ "dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya." (Thaha: 71), dia bermaksud bahwa dirinya lebih pedih dan kekal siksaannya.
Seluruh yang dikemukakan tentang kisah Musa dan Fir'aun telah disebutkan oleh Allah di dalamnya, yaitu apabila datang berdasarkan kisah para tukang sihir bahwasanya Fir'aun telah mengancam mereka dengan hukuman potong anggota badan dan penyaliban. Namun Allah tidak menyebutkan tentang pelaksana-annya. Begitu pula tidak ada hadits shahih yang menyinggungnya. Kepastian terjadi atau tidaknya tergantung pada keberadaan dalil. Allah-lah Yang Mahatahu tentang kejadian itu dan kejadian lainnya. [Akan tetapi, ancaman Fir'aun kepada para tukang sihir dengan hukuman itu bersamaan dengan kemampuannya untuk melaku-kannya adalah menjadi bukti peristiwa itu terjadi. Pasalnya, bila tidak berlangsung, sudah pasti Allah menyebutkannya dan para ulama yang menyampaikan ilmu pun tentu akan menyepakatinya].
﴾ وَٱللَّهُ خَيۡرٞ ﴿ "Dan Allah lebih baik (pahalaNya)," dari apa yang engkau janjikan berupa upah, kedudukan, dan jabatan ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ 73 ﴿ "dan lebih kekal," ganjaran dan kebaikanNya, tidak seperti yang di-omongkan oleh Fir'aun, ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ أَيُّنَآ أَشَدُّ عَذَابٗا وَأَبۡقَىٰ 71 ﴿ "dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya." (Thaha: 71), dia bermaksud bahwa dirinya lebih pedih dan kekal siksaannya.
Seluruh yang dikemukakan tentang kisah Musa dan Fir'aun telah disebutkan oleh Allah di dalamnya, yaitu apabila datang berdasarkan kisah para tukang sihir bahwasanya Fir'aun telah mengancam mereka dengan hukuman potong anggota badan dan penyaliban. Namun Allah tidak menyebutkan tentang pelaksana-annya. Begitu pula tidak ada hadits shahih yang menyinggungnya. Kepastian terjadi atau tidaknya tergantung pada keberadaan dalil. Allah-lah Yang Mahatahu tentang kejadian itu dan kejadian lainnya. [Akan tetapi, ancaman Fir'aun kepada para tukang sihir dengan hukuman itu bersamaan dengan kemampuannya untuk melaku-kannya adalah menjadi bukti peristiwa itu terjadi. Pasalnya, bila tidak berlangsung, sudah pasti Allah menyebutkannya dan para ulama yang menyampaikan ilmu pun tentu akan menyepakatinya].
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di