Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Ta-Ha : Ayat 9
Tafsir As-Sa'di
"Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? Ketika dia melihat api, lalu berkatalah dia kepada keluarganya, 'Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.' Maka ketika dia datang ke tempat api itu dia dipanggil, 'Hai Musa, sesungguhnya Aku ini adalah Rabbmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu, sesung-guhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) kecuali Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. Sesungguhnya Hari Kiamat itu akan datang, (hampir saja) Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan amal yang dia usahakan." (Thaha: 9-15).
(9-10) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad da-lam bentuk pertanyaan yang bersifat penetapan dan pengagungan serta membesarkan kisah ini ﴾ هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ 9 ﴿ "Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?" Mengenai keadaannya yang meru-pakan pangkal kebahagiaan dan tempat penetapan kenabiannya, beliau melihat api dari kejauhan. Sebelumnya beliau pernah tersesat dalam perjalanannya, kemudian didera oleh hawa dingin, tanpa memiliki sesuatu pun yang dapat menghangatkan tubuhnya dalam perjalanan. Maka beliau berkata kepada istrinya, ﴾ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ ﴿ "Sesung-guhnya aku melihat," aku menyaksikan ﴾ نَارٗا ﴿ "api." Peristiwa ini ter-jadi di bagian kanan gunung Thur. ﴾ لَّعَلِّيٓ ءَاتِيكُم مِّنۡهَا بِقَبَسٍ ﴿ "Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepadamu," untuk menghangatkan diri dengannya ﴾ أَوۡ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدٗى 10 ﴿ "atau aku akan mendapat petun-juk di tempat api itu," maksudnya orang yang menunjukkan jalan kepada kita. Yang beliau cari adalah cahaya yang bersifat inderawi dan petunjuk biasa. Akan tetapi, beliau menjumpai cahaya makna-wi, cahaya wahyu yang akan membuat jiwa-jiwa dan hati bersinar karenanya, serta hidayah yang sejati. Yaitu petunjuk menuju shirath al-Mustaqim yang mengantarkan ke Surga Na'im. Terjadilah peris-tiwa yang tidak pernah beliau perhitungkan dan tak pernah terbetik di benak beliau.
(9-10) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad da-lam bentuk pertanyaan yang bersifat penetapan dan pengagungan serta membesarkan kisah ini ﴾ هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ 9 ﴿ "Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?" Mengenai keadaannya yang meru-pakan pangkal kebahagiaan dan tempat penetapan kenabiannya, beliau melihat api dari kejauhan. Sebelumnya beliau pernah tersesat dalam perjalanannya, kemudian didera oleh hawa dingin, tanpa memiliki sesuatu pun yang dapat menghangatkan tubuhnya dalam perjalanan. Maka beliau berkata kepada istrinya, ﴾ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ ﴿ "Sesung-guhnya aku melihat," aku menyaksikan ﴾ نَارٗا ﴿ "api." Peristiwa ini ter-jadi di bagian kanan gunung Thur. ﴾ لَّعَلِّيٓ ءَاتِيكُم مِّنۡهَا بِقَبَسٍ ﴿ "Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepadamu," untuk menghangatkan diri dengannya ﴾ أَوۡ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدٗى 10 ﴿ "atau aku akan mendapat petun-juk di tempat api itu," maksudnya orang yang menunjukkan jalan kepada kita. Yang beliau cari adalah cahaya yang bersifat inderawi dan petunjuk biasa. Akan tetapi, beliau menjumpai cahaya makna-wi, cahaya wahyu yang akan membuat jiwa-jiwa dan hati bersinar karenanya, serta hidayah yang sejati. Yaitu petunjuk menuju shirath al-Mustaqim yang mengantarkan ke Surga Na'im. Terjadilah peris-tiwa yang tidak pernah beliau perhitungkan dan tak pernah terbetik di benak beliau.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di