Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Anbiya : Ayat 29
"Dan mereka berkata, 'Dzat Yang Maha Pemurah telah meng-ambil (mempunyai) anak.' Mahasuci Allah, sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahuluiNya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNya. Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan, 'Se-sungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah,' maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang zhalim." (Al-Anbiya`: 26-29) .
Tafsir As-Sa'di
(29) Setelah Allah menjelaskan bahwa mereka (para malai-kat) tidak mempunyai hak uluhiyah (sebagai ilah) dan tidak berhak untuk diibadahi sedikit pun, menilik sifat-sifat yang sudah Allah sebutkan tentang mereka yang menuntut (makna bahwa) mereka tidak pantas untuk diibadahi, maka Allah menerangkan pula bahwa mereka tidak punya bagian (uluhiyah) walaupun dengan dasar klaim belaka, dan bahwa bila ada di antara mereka yang mengklaim diri sebagai sesembahan selain Allah kendatipun dalam bentuk imajina-tif dan mengakomodasi pendapat lain yang keliru,﴾ فَذَٰلِكَ نَجۡزِيهِ جَهَنَّمَۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ 29 ﴿ "maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang zhalim," apakah ada kezhaliman yang lebih parah dari klaim seorang makhluk yang lemah lagi membutuhkan (bantuan) Allah dalam segala aspek kehi-dupannya (yang mengaku-ngaku) bersekutu dengan Allah dalam hak-hak istimewa ilahiyah dan rububiyah?
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di