Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Anbiya : Ayat 56
"Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan Kami menge-tahui (keadaan)nya. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?' Mereka menjawab, 'Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.' Ibrahim berkata, 'Sesungguh-nya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata.' Mereka menjawab, 'Apakah kamu datang kepada kami de-ngan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?' Ibrahim berkata, 'Sebenarnya Rabb kamu ialah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku terma-suk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu.' Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali patung yang terbesar (induk) bagi mereka; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata, 'Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zhalim.' Mereka berkata, 'Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.' Mereka berkata, '(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan.' Mereka bertanya, 'Apa-kah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?' Ibrahim menjawab, 'Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara.' Maka mereka telah kembali ke-pada kesadaran mereka lalu berkata, 'Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri).' Kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata), 'Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.' Ibrahim berkata, 'Maka mengapakah kamu me-nyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu. Ah (celakalah) kamu dan sesuatu yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami.' Mereka berkata, 'Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hen-dak bertindak.' Kami berfirman, 'Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.' Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (dari Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang shalih. Kami telah men-jadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami-lah mereka selalu menyembah." (Al-Anbiya`: 51-73).
Tafsir As-Sa'di
(56) Maka Ibrahim menyanggahnya dengan tajam, sembari memaparkan sisi kebodohan dan kedangkalan akal mereka. Beliau berkata, ﴾ بَل رَّبُّكُمۡ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَٰلِكُم مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ 56 ﴿ "Sesung-guhnya Rabb kamu ialah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakan-nya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu," beliau memadukan antara argumentasi logis dan argumentasi wahyu terhadap mereka. Mengenai argumentasi logika yang beliau kemukakan, maka sesungguhnya setiap manu-sia mengetahui, hingga termasuk juga orang-orang yang didebat oleh Ibrahim bahwa Allah-lah Dzat Pencipta bagi seluruh makhluk; dari kalangan bani Adam, malaikat, jin, hewan-hewan, langit dan bumi, Dzat yang mengatur mereka semua dengan beragam cara pengaturan. Sehingga setiap makhluk itu merupakan ciptaan, ber-ada di bawah aturan dan ketetapan (Allah). Termasuk juga, segenap makhluk yang disembah selain Allah. Apakah selayaknya, orang yang mempunyai daya pikir dan analisa, menyembah satu makhluk yang berada di bawah pengaturan (Allah), tidak mempunyai ke-mampuan memberikan manfaat atau mendatangkan bahaya, (tidak memiliki kemampuan) mematikan, menghidupkan, membangkit-kan (dari kematian), dengan meninggalkan peribadahan kepada Allah, Sang Pencipta, Pemberi rizki dan Pengatur alam semesta ini?
Adapun tentang dalil sam'i (dari wahyu), yaitu yang berasal dari para rasul k, sesungguhnya risalah yang mereka bawa me-rupakan perkara yang ma'shum (terpelihara), tidak salah dan tidak mengabarkan perkara yang menyalahi kebenaran. Termasuk jenis ini, persaksian salah seorang dari kalangan rasul terhadap perkara tersebut. Oleh karenanya, Ibrahim berkata, ﴾ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَٰلِكُم ﴿ "Dan aku atas yang demikian itu," maksudnya hanya Allah-lah yang berhak disembah, dan peribadahan kepada selainNya adalah tindakan yang batil ﴾ مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ 56 ﴿ "termasuk orang-orang yang dapat memberi bukti." Setelah persaksian dari Allah, persaksian manakah yang lebih tinggi daripada persaksian para utusan Allah, terlebih lagi persaksian para ulul 'azmi dari kalangan para rasul, apalagi dari Khalil ar-Rahman (kekasih ar-Rahman)?
Adapun tentang dalil sam'i (dari wahyu), yaitu yang berasal dari para rasul k, sesungguhnya risalah yang mereka bawa me-rupakan perkara yang ma'shum (terpelihara), tidak salah dan tidak mengabarkan perkara yang menyalahi kebenaran. Termasuk jenis ini, persaksian salah seorang dari kalangan rasul terhadap perkara tersebut. Oleh karenanya, Ibrahim berkata, ﴾ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَٰلِكُم ﴿ "Dan aku atas yang demikian itu," maksudnya hanya Allah-lah yang berhak disembah, dan peribadahan kepada selainNya adalah tindakan yang batil ﴾ مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ 56 ﴿ "termasuk orang-orang yang dapat memberi bukti." Setelah persaksian dari Allah, persaksian manakah yang lebih tinggi daripada persaksian para utusan Allah, terlebih lagi persaksian para ulul 'azmi dari kalangan para rasul, apalagi dari Khalil ar-Rahman (kekasih ar-Rahman)?
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di