Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Muminun : Ayat 106
"Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam Neraka Jahanam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. Bukankah ayat-ayatKu telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendusta-kannya? Mereka berkata, 'Ya Rabb kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan dahulu kami orang-orang yang tersesat. Ya Rabb kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), maka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim.' Allah ber-firman, 'Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.' Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau ada-lah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan dahulu kamu selalu menertawakan mereka, sesungguhnya Aku memberi balasan ke-pada mereka di hari ini karena kesabaran mereka, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang. Allah bertanya, 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi.' Mereka menjawab, 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakan-lah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu me-ngetahui'." (Al-Mu`minun: 101-114).
Tafsir As-Sa'di
(106) Saat itulah mereka menyampaikan pengakuan atas tindakan aniaya, yang mana pengakuan itu sudah tidak lagi ber-guna ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا غَلَبَتۡ عَلَيۡنَا شِقۡوَتُنَا ﴿ "Mereka berkata, 'Ya Rabb kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami'." Maksudnya, kejahatan yang muncul dari ulah aniaya dan berpaling dari kebenaran dan menyambut yang berbahaya dan meninggalkan perkara yang bermanfaat, (sikap ini) telah mendominasi kami ﴾ وَكُنَّا قَوۡمٗا ضَآلِّينَ ﴿ "dan dahulu kami orang-orang yang tersesat," dalam amalan mereka. Walaupun me-reka telah mengetahui bahwa diri mereka berbuat zhalim. Artinya, kami mengerjakan perbuatan-perbuatan di dunia sebagaimana tindakan orang yang salah jalan, sesat lagi bodoh, sebagaimana yang mereka nyatakan dalam ayat lain,
﴾ وَقَالُواْ لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ 10 ﴿
"Dan mereka berkata, 'Sekiranya kami mendengarkan atau memi-kirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-peng-huni neraka yang menyala-nyala'." (Al-Mulk: 10).
﴾ وَقَالُواْ لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ 10 ﴿
"Dan mereka berkata, 'Sekiranya kami mendengarkan atau memi-kirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-peng-huni neraka yang menyala-nyala'." (Al-Mulk: 10).
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di