Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Muminun : Ayat 18
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atasmu tujuh buah jalan (tujuh buah langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami). Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguh-nya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu memperoleh buah-buahan yang banyak, dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan, dan pohon kayu yang keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang meng-hasilkan minyak, dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan." (Al-Mu`minun: 17-20).
Tafsir As-Sa'di
(18) ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ ﴿ "Dan Kami turunkan air dari langit," yang menjadi sumber rizki bagi kalian dan binatang-binatang piaraan kalian sesuai dengan ukuran yang memadai bagi kalian. Dia tidak menguranginya [di mana tidak mencukupi bagi tanah dan pepo-honan. Akibatnya, tujuannya tidak terwujud, dan tidak pula me-nambahi dengan kadar yang tidak bisa tertampung], sampai melu-luhlantakkan pemukiman, lalu tumbuh-tumbuhan dan pepohonan pun tidak bisa hidup. Bahkan Allah menurunkannya pada waktu yang diperlukan dan kemudian mengalihkannya manakala timbul gangguan akibat kontinyuitasnya. ﴾ فَأَسۡكَنَّٰهُ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi," maksudnya, Kami menurunkannya di per-mukaan bumi, lalu air itu diam dan menetap, mengeluarkan ber-bagai pasangan tanaman dengan kekuasaan Dzat Yang menurun-kannya. Allah juga mendiamkannya untuk dipersiapkan menjadi simpanan air tanah, tidak menggelontor ke bawah hingga tidak bisa dicapai dan tidak bisa dijangkau dasarnya. ﴾ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابِۭ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya," baik dengan cara Kami tidak menurunkannya atau menurunkannya kemudian langsung lenyap ke tempat yang tidak bisa dicapai, mau-pun tidak terwujud tujuan penurunannya.
Ini merupakan peringatan dariNya kepada para hambaNya, supaya mereka bersyukur atas nikmat-nikmatNya dan membayang-kan musibah apa yang terjadi bila tidak ada, seperti Firman Allah,
﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَصۡبَحَ مَآؤُكُمۡ غَوۡرٗا فَمَن يَأۡتِيكُم بِمَآءٖ مَّعِينِۭ 30 ﴿
"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika sumber air kalian menjadi kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagi kalian?'" (Al-Mulk: 30).
Ini merupakan peringatan dariNya kepada para hambaNya, supaya mereka bersyukur atas nikmat-nikmatNya dan membayang-kan musibah apa yang terjadi bila tidak ada, seperti Firman Allah,
﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَصۡبَحَ مَآؤُكُمۡ غَوۡرٗا فَمَن يَأۡتِيكُم بِمَآءٖ مَّعِينِۭ 30 ﴿
"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika sumber air kalian menjadi kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagi kalian?'" (Al-Mulk: 30).
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di