Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Muminun : Ayat 30

"Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, (karena) sekali-kali tidak ada tuhan (yang haq) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)? Maka pemuka-pemuka orang yang kafir dari kaumnya menjawab, 'Orang ini tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi se-orang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpe-nyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu.' Nuh berdoa, 'Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.' Lalu Kami wahyukan kepadanya, 'Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila pe-rintah Kami telah datang dan tannur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu di-tetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang lalim, ka-rena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, 'Segala puji bagi Allah yang telah menyelamat-kan kami dari orang-orang yang lalim.' Dan berdoalah, 'Ya Tuhan-ku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.' Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah), dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu)." (Al-Mu`minun: 23-30).
Tafsir As-Sa'di
(30) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada (kejadian) itu," yaitu dalam kisah ini ﴾ لَأٓيَٰتٖ ﴿ "benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah)," yang menunjukkan bahwa Allah satu-satuNya Dzat yang berhak disembah, dan bahwa utusanNya, Nuh adalah orang yang jujur, sedangkan kaumnya itulah pihak yang berbohong, dan menunjuk-kan bahwa curahan rahmat Allah bagi para hambaNya, yaitu Allah telah mengangkut mereka di dalam tulang sulbi Nabi Nuh di dalam kapal, ketika semua penduduk dunia tenggelam. Begitu pula kapal itu juga merupakan tanda kebesaran Allah. Allah berfirman,
﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ 15 ﴿
"Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 15).
Oleh karena itu, Allah menyatukan kisah ini di sini, lantaran membuktikan beberapa tanda kebesaran Allah dan beberapa orien-tasi. ﴾ وَإِن كُنَّا لَمُبۡتَلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu)."
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di