Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Muminun : Ayat 71

"Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka banyak mengerjakan per-buatan-perbuatan (buruk) selain dari itu, mereka tetap mengerja-kannya. Hingga apabila Kami timpakan azab kepada orang-orang yang hidup mewah dari mereka, dengan serta merta mereka me-mekik minta tolong. Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami. Sesungguhnya ayat-ayatKu (al-Qur`an) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang, dengan menyombongkan diri terhadap al-Qur`an itu dan meng-ucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari. Maka apakah mereka tidak mem-perhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang me-reka dahulu? Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya? Atau (apakah patut) mereka berkata, 'Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.' Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran. Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebang-gaan itu." (Al-Mu`minun: 63-71).
Tafsir As-Sa'di
(71) Jika ada lontaran pertanyaan, "Kenapa kebenaran itu tidak selaras saja dengan apa yang mereka inginkan, agar mereka mau beriman atau cepat tunduk patuh?" Maka Allah تعالى menjawab dengan berfirman, ﴾ وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلۡحَقُّ أَهۡوَآءَهُمۡ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ ﴿ "Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini." Sisi penjelasannya bahwa hawa nafsu mereka berhubung-an dengan moral dan tindak-tanduk yang mengandung unsur ke-zhaliman, kekufuran dan kerusakan. Seandainya kebenaran menu-ruti hawa nafsu mereka, niscaya langit dan bumi akan mengalami kerusakan, karena kerusakan penanganan dan sistem pengaturan yang berasaskan kezhaliman dan ketidakadilan. Langit dan bumi tidak akan tegak berdiri kecuali dengan kebenaran dan keadilan.
﴾ بَلۡ أَتَيۡنَٰهُم بِذِكۡرِهِمۡ ﴿ "Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka," yaitu dengan al-Qur`an ini yang meng-ingatkan mereka kepada setiap kebaikan, yang menjadi sumber kebanggaan dan prestise mereka ketika mereka melaksanakannya, dan dengan al-Qur`an pula, mereka akan menjadi tokoh-tokoh besar di tengah manusia. ﴾ فَهُمۡ عَن ذِكۡرِهِم مُّعۡرِضُونَ ﴿ "Tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu," sebagai ketetapan kebinasaan dan ketiadaan taufik (Allah) pada mereka.
﴾ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمۡ أَنفُسَهُمۡۚ ﴿
"Mereka lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri." (Al-Hasyr: 19).
Al-Qur`an dan orang yang membawanya merupakan kenik-matan agung yang Allah sodorkan kepada mereka. Mereka tidak meresponnya melainkan dengan penolakan dan sikap berpaling. Apakah ada keterpasungan dari pahala yang lebih fatal darinya? Tidaklah hal itu berakibat kecuali kerugian yang parah?
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di