Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Furqan : Ayat 44

"Dan apabila mereka melihat kamu, (maka) tidaklah mereka melihatmu melainkan sebagai ejekan, 'Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul? Sesungguhnya hampirlah dia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya.' Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. Terang-kanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu." (Al-Furqan: 41-44).
Tafsir As-Sa'di
(44) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mencatat kesesatan mereka yang sangat jauh itu dengan menanggalkan akal dan pendengaran mereka; dan Allah juga menyamakan mereka di dalam kesesatan dengan binatang-binatang ternak yang sedang berkeliaran di pa-dang rumput, yang tidak mendengar kecuali seruan dan panggilan,
﴾ صُمُّۢ بُكۡمٌ عُمۡيٞ فَهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ 171 ﴿
"Mereka tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak mengerti." (Al-Baqarah: 171).
Bahkan mereka lebih sesat daripada hewan ternak. Sebab binatang ternak digiring oleh sang penggembalanya lalu hewan-hewan itu menurut, dan mengetahui jalan kebinasaannya, maka ia menghindarinya. Dan hewan-hewan ternak itu juga lebih selamat akhir urusannya daripada mereka. Dengan demikian sudah jelas bahwa orang yang mencap Rasulullah a dengan kesesatan lebih berhak mendapat cap tersebut, dan bahwa setiap hewan ternak lebih mendapat petunjuk daripadanya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di