Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Furqan : Ayat 70

"Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penya-yang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, niscaya mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka. Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Rabb kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.' Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan (pembelanjaan itu) adalah di tengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melaku-kan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada Hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah, mereka lalui (saja) de-ngan menjaga kehormatan dirinya. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, maka mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penye-nang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.' Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), 'Rabbku tidak mengindahkanmu, kalau tidak karena ibadahmu (niscaya Dia tidak mengindahkanmu). (Tetapi bagaimana mungkin kamu beribadah kepadaNya), sementara kamu sungguh telah men-dustakanNya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)." (Al-Furqan: 63-77).
Tafsir As-Sa'di
(70) ﴾ إِلَّا مَن تَابَ ﴿ "Kecuali orang yang bertaubat," dari kemak-siatan-kemaksiatan tersebut dan lain-lainnya, dengan cara mening-galkannya sama sekali saat itu juga, menyesali perbuatannya yang telah lalu, dan bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak akan mengulangi kembali, ﴾ وَءَامَنَ ﴿ "dan beriman," kepada Allah dengan iman yang benar yang menuntut untuk meninggalkan segala maksiat dan mengerjakan berbagai ketaatan, ﴾ وَعَمِلَ عَمَلٗا صَٰلِحٗا ﴿ "dan mengerjakan amal shalih," dari amal yang diperintahkan oleh asy-Syari' (Allah dan RasulNya) bila diniatkan mengharap keridhaan Allah.
﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَٰتٖۗ ﴿ "Maka mereka itu, kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan," maksudnya segala perbuatan dan perkataan mereka yang disiapkan untuk amal keburukan akan di-ganti, yaitu diganti dengan kebajikan-kebajikan. Maka syirik me-reka berubah menjadi iman, kemaksiatan mereka diganti menjadi ketaatan, dan kejahatan-kejahatan yang sama yang pernah mereka lakukan diganti, kemudian ditumbuhkan bagi mereka satu taubat, inabat dan ketaatan untuk setiap dosa dari dosa-dosa tersebut. Yaitu diganti dengan kebajikan-kebajikan, sebagaimana tampak dari zahirnya ayat. Dalam hal ini ada sebuah hadits tentang seorang lelaki yang dihisab oleh Allah karena sebagian dosa-dosanya, lalu dihitung di hadapannya, kemudian Allah mengganti untuk setiap dosa dengan satu kebajikan. Lalu orang itu berkata, "Ya Rabbi, sesungguhnya aku mempunyai beberapa dosa lagi yang tidak aku lihat di sini."[33] Wallahu a'lam.
﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun," terhadap siapa saja yang bertaubat, Dia selalu mengampuni dosa besar, ﴾ رَّحِيمٗا ﴿ "lagi Maha Penyayang," kepada hamba-hambaNya, di mana Dia mengajak mereka bertaubat setelah sebelumnya mereka menentangNya de-ngan dosa-dosa besar, lalu memberi mereka taufik untuk bertaubat, kemudian menerima taubat mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di