Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Ash-Shuara : Ayat 152
Tafsir As-Sa'di
"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159).
(145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah?
﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى,
﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿
"Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48).
(145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah?
﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى,
﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿
"Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48).
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di