Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ash-Shuara : Ayat 190

Tafsir As-Sa'di
"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191).

(189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan.
﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan.
﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿
"Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103).
﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di