Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ash-Shuara : Ayat 224

Tafsir As-Sa'di
"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak-kah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan menge-tahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Syu'ara`: 221-227).

(224-226) Setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya'ir, seraya berfirman, ﴾ وَٱلشُّعَرَآءُ ﴿ "Dan penyair-penyair itu. Maksud-nya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya'ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, ﴾ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "diikuti oleh orang-orang yang sesat," dari jalan petunjuk, yang menelusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka.
﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Tidakkah kamu melihat," betapa sesatnya mereka, ﴾ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ ﴿ "bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah," dari lembah-lem-bah syair, ﴾ يَهِيمُونَ ﴿ "mengembara," kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran dan kadang-kadang dalam kedustaan, dan kadang-kadang merayu, dan kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi.
﴾ وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan bahwasanya mereka suka mengata-kan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan." Maksudnya, ini adalah ciri para penya'ir. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu de-ngan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, "Orang ini adalah manusia yang paling mabuk cinta," padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, "Ini kejujuran!" Padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-peker-jaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara Anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka.
Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah a yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan-perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya],[35] yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Atau-kah sangat berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di