Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ash-Shuara : Ayat 29

Tafsir As-Sa'di
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan Fir-manNya), 'Datangilah kaum yang lalim itu, (yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?' Musa berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku. Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun. Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.' Allah berfirman, 'Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukji-zat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan), Maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan kalian berdua katakanlah, 'Sesungguhnya kami adalah Rasul Rabb semesta alam, lepaskanlah Bani Isra`il (pergi) beserta kami.' Fir'aun menjawab, 'Bukankah kami telah mengasuhmu di dalam (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umur-mu, dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu, dan kamu termasuk golongan orang-orang yang meng-ingkari (jasa orang lain, tanpa balas budi).' Musa berkata, 'Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf. Lalu aku lari meninggalkan kalian ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang dari rasul-rasul. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Isra`il.' Fir'aun bertanya, 'Siapa Tuhan semesta alam itu?' Musa menjawab, 'Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya. (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (adalah orang-orang yang) mempercayaiNya.' Berkata-lah Fir'aun kepada orang-orang di sekelilingnya, 'Apakah kamu tidak mendengarkan?' Musa berkata (pula), 'Tuhanmu dan Tuhan nenek-nenek moyangmu yang dahulu.' Fir'aun berkata, 'Sesungguh-nya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila.' Musa berkata, 'Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya. (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal.' Fir'aun berkata, 'Sungguh jika kamu me-nyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.' Musa berkata, 'Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendati pun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?' Fir'aun berkata, 'Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar.' Maka Musa melemparkan tongkatnya, yang tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata. Dan dia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya. Fir'aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada di sekelilingnya, 'Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai, dia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?' Mereka menjawab, 'Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir), niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepada-mu.' Lalu dikumpulkanlah ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetap-kan di hari yang maklum, dan dikatakan kepada orang banyak, 'Berkumpullah kamu sekalian. Semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang.' Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, mereka bertanya kepada Fir'aun, 'Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami ada-lah orang-orang yang menang?' Fir'aun menjawab, 'Ya, kalau de-mikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku).' Berkatalah Musa kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kamu Lemparkan.' Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, 'Demi kekuasaan Fir'aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang.' Kemudian Musa melemparkan tongkat-nya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersu-jud (kepada Allah). Mereka berkata, 'Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun.' Fir'aun berkata, 'Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku mem-beri izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya.' Mereka berkata, 'Tidak ada ke-mudaratan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami, sesungguhnya kami amat menginginkan agar Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman.' Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, 'Pergilah di malam hari dengan mem-bawa hamba-hambaKu (Bani Isra`il), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli.' Kemudian Fir'aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. (Fir'aun berkata), 'Sesungguhnya mereka (Bani Isra`il) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga.' Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia. Demikianlah halnya, dan Kami anugerah-kan semuanya (itu) kepada Bani Isra`il. Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengi-kut-pengikut Musa, 'Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.' Musa menjawab, 'Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.' Lalu Kami wahyukan kepada Musa, 'Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.' Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya, semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 10-68).

(29-33) Tatkala argumen (hujjah) telah membungkam Fir'aun lalu kemampuan dan penjelasannya sudah tidak berdaya menentangnya, maka ﴾ قَالَ ﴿ "dia berkata," untuk mengancam Musa dengan kekuasaannya, ﴾ لَئِنِ ٱتَّخَذۡتَ إِلَٰهًا غَيۡرِي لَأَجۡعَلَنَّكَ مِنَ ٱلۡمَسۡجُونِينَ ﴿ "Sungguh jika kamu menyembah tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadi-kanmu sebagai salah seorang yang dipenjarakan." Si jahat ini benar-benar telah berambisi kuat untuk menyesatkan Musa, dan akan memaksa Musa agar tidak menjadikan sembahan selain dia. Sebab jika tidak, maka sudah pasti dia beserta para pengikutnya sudah mendapatkan petunjuk perkara (Agama) mereka. Maka Musa berkata, ﴾ أَوَلَوۡ جِئۡتُكَ بِشَيۡءٖ مُّبِينٖ ﴿ "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?" Maksudnya, satu tanda yang jelas sekali yang membuktikan kebe-naran ajaran yang aku bawa berupa kejadian-kejadian yang luar biasa. ﴾ قَالَ فَأۡتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ 31 فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ ﴿ "Fir'aun berkata, 'Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar.' Maka Musa melemparkan tongkat-nya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular." Yaitu ular jantan ﴾ مُّبِينٞ ﴿ "yang nyata." Maksudnya, yang nampak jelas bagi setiap orang, bukan khayalan dan bukan pula kemiripan. ﴾ وَنَزَعَ يَدَهُۥ ﴿ "Dan dia mena-rik tangannya" dari dalam bajunya, ﴾ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ ﴿ "maka tiba-tiba tangan itu jadi putih bagi orang-orang yang melihatnya." Maksudnya, ia bercahaya sangat besar, tidak memiliki kekurangan sedikit pun bagi siapa saja yang memandangnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di