Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Naml : Ayat 11
"(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, 'Se-sungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar darinya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang.' Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia, 'Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Mahasuci Allah, Tuhan semesta Alam.' Allah berfirman, 'Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana, dan lemparkanlah tongkatmu.' Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seakan-akan ia seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. 'Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya Aku, tidaklah orang yang dijadikan rasul takut di hadapanKu. Tetapi orang yang berlaku lalim, kemudian ditukarnya kezhalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguh-nya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan masuk-kanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.' Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka, 'Ini adalah sihir yang nyata.' Dan mereka mengingkarinya karena kelaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." (An-Naml: 7-14).
Tafsir As-Sa'di
(11) ﴾ إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسۡنَۢا بَعۡدَ سُوٓءٖ ﴿ "Tetapi orang yang berlaku zhalim, kemudian menukar kezhalimannya dengan kebaikan (Allah akan meng-ampuninya)." Maksudnya, inilah tempat (di mana dia layak) takut dan kesepian, disebabkan ia telah terlanjur melakukan kezhaliman dan telah melakukan perbuatan dosa. Adapun para rasul, maka mereka sama sekali tidak layak mempunyai rasa kesepian dan rasa takut. Tetapi, sekalipun demikian, siapa saja yang telah terlanjur berbuat zhalim terhadap diri sendiri dengan bermaksiat kepada Allah, lalu dia bertaubat dan kembali kepadaNya, lalu dia meng-ganti perbuatan maksiatnya itu dengan kebajikan-kebajikan, dan kemaksiatan-kemaksiatannya dengan ketaatan-ketaatan, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka jangan ada seseorang pun yang berputus asa dari rahmat dan ampunanNya, karena sesungguhnya Dia selalu mengampuni dosa-dosa semuanya, dan Dia lebih sayang kepada hamba-hambaNya daripada seorang ibu terhadap anaknya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di