Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Naml : Ayat 14
"(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, 'Se-sungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar darinya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang.' Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia, 'Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Mahasuci Allah, Tuhan semesta Alam.' Allah berfirman, 'Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana, dan lemparkanlah tongkatmu.' Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seakan-akan ia seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. 'Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya Aku, tidaklah orang yang dijadikan rasul takut di hadapanKu. Tetapi orang yang berlaku lalim, kemudian ditukarnya kezhalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguh-nya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan masuk-kanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.' Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka, 'Ini adalah sihir yang nyata.' Dan mereka mengingkarinya karena kelaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." (An-Naml: 7-14).
Tafsir As-Sa'di
(14) ﴾ وَجَحَدُواْ بِهَا ﴿ "Dan mereka mengingkarinya." Maksudnya, mereka mengingkari dan tidak mempercayai ayat-ayat Allah itu (mukjizat), ﴾ وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ﴿ "padahal hati mereka meyakini (kebenaran)-nya." Maksudnya, pengingkaran dan ketidakpercayaan mereka terhadapnya tidak berdasar pada keraguan dan kebimbangan, melainkan sebenarnya pengingkaran mereka itu disertai dengan rasa tahu dan yakin kepada kebenaran mukjizat-mukjizat tersebut, (hal itu) ﴾ ظُلۡمٗا ﴿ "karena kezhaliman," dari mereka terhadap hak Allah dan terhadap diri mereka sendiri, ﴾ وَعُلُوّٗاۚ ﴿ "dan (karena) kesombongan," terhadap kebenaran, terhadap manusia dan terhadap sikap patuh kepada para rasul. ﴾ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ﴿ "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." Yaitu seburuk-buruk kesudahan; mereka dibinasakan oleh Allah dan ditenggelamkan di lautan. Allah menjadikan mereka hina dan mewariskan tempat-tempat tinggal mereka kepada rakyat yang tertindas dari hamba-hambaNya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di