Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Naml : Ayat 48
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru), 'Sembahlah Allah.' Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan. Dia berkata, 'Hai kaumku, mengapa kamu minta disegerakan kebu-rukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.' Mereka men-jawab, 'Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu.' Shaleh berkata, 'Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji.' Dan ketika itu di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. Mereka berkata, 'Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksi-kan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar.' Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh, dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah bagaimana akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kelaliman mereka. Se-sungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman, dan mereka itu selalu bertakwa." (An-Naml: 45-53).
Tafsir As-Sa'di
(48) ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ ﴿ "Dan pada saat itu di kota itu," maksudnya, di kota di mana Shaleh berada, yaitu kota tempat mayoritas kaum-nya, ﴾ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "ada sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat ke-baikan." Maksudnya, tabi'at mereka adalah melakukan pengrusakan di bumi. Mereka tidak mempunyai tujuan atau perbuatan untuk perbaikan. Mereka telah bersiap-siap untuk menentang Shaleh, melecehkan agamanya, dan mengajak kaumnya untuk melakukan hal demikian, sebagaimana dinyatakan oleh Allah سبحانه وتعالى,
﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 152 ﴿
"Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan jangan-lah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang mem-buat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." (Asy-Syu'ara`: 150-152).
﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 152 ﴿
"Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan jangan-lah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang mem-buat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." (Asy-Syu'ara`: 150-152).
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di