Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Qasas : Ayat 76

"Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka dia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganu-gerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingat-lah) ketika kaumnya berkata kepadanya, 'Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.' Dan carilah pada sesuatu yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Qarun berkata, 'Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.' Dan apakah dia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasa-kan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, 'Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah di-berikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.' Berkatalah orang-orang yang dianu-gerahi ilmu, 'Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah ada-lah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan tidaklah diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.' Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah dia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata, 'Aduhai, benarlah Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karuniaNya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)'." (Al-Qashash: 76-82).
Tafsir As-Sa'di
(76) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kondisi Qarun, apa yang telah dia perbuat, apa yang ditimpakan terhadapnya, dia telah diberi nasihat dan ditegur. Allah berfirman, ﴾ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوۡمِ مُوسَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa," maksudnya, dari bangsa Isra`il, yaitu orang-orang yang mampu mengungguli ma-nusia lainnya dan melebihi mereka di zamannya. Allah telah meng-anugerahkan kepada mereka segala sesuatu yang telah dianugerah-kanNya. Pada awalnya keadaan mereka selaras dengan (keadaan) istiqamah. Akan tetapi Qarun telah berbuat semena-mena terhadap kaumnya, dia menjadi congkak karena harta benda yang berlimpah yang membuat congkak orang yang diberi anugerah dengannya, ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡكُنُوزِ ﴿ "dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbenda-haraan harta." Maksudnya, perbendaharaan harta kekayaan yang sangat besar, ﴾ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلۡعُصۡبَةِ أُوْلِي ٱلۡقُوَّةِ ﴿ "yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat." Ushbah ada-lah sepuluh hingga sembilan orang, hingga tujuh orang. Artinya: hingga kunci-kunci pembendaharan harta kekayaannya dirasa sangat berat untuk dipikul oleh sekelompok manusia. Itu kunci-kuncinya. Lalu bagaimana dengan perbendaharaan-perbendahara-annya (gudang-gudangnya). ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُۥ قَوۡمُهُۥ ﴿ "Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya" seraya menasihati dan mengingatkannya dari kecongkakannya, ﴾ لَا تَفۡرَحۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَرِحِينَ ﴿ "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." Maksudnya, jangan kamu bangga dengan harta kekayaan yang sangat besar ini, lalu kamu membangga-banggakan-nya dan membuatmu lalai terhadap akhirat, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang membanggakannya, yaitu orang-orang yang tenggelam dalam mencintainya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di