Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Ankabut : Ayat 66

Tafsir As-Sa'di
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-nya kehidupan, kalau mereka mengetahui. Maka apabila mereka menaiki kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah), agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya). Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah haram yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil, dan ingkar kepada nikmat Allah? Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang haq tatkala yang haq itu datang kepadanya? Bukankah dalam Neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir? Dan orang-orang yang ber-jihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al-Ankabut: 64-69).

(65-66) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengharuskan kaum musy-rikin dengan ketulusan mereka kepada Allah pada saat dalam ke-adaan sempit (kepepet) di waktu mereka mengarungi lautan dan menggunungnya gelombang, serta saat mereka sangat takut akan binasa (tenggelam), di mana mereka mengabaikan sesembahan-sesembahan mereka, dan mereka dengan tulus hanya berdoa ke-pada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Lalu, tatkala suasana sempit itu tiada, –dan Allah telah menyelamatkan mereka ke da-ratan karena ketulusan doa mereka kepadaNya–, ternyata mereka mempersekutukan Allah lagi dengan sembahan-sembahan yang tidak dapat menyelamatkan mereka dari kesempitan, dan tidak pula dapat menghilangkan kesulitan dari mereka. Kenapa mereka tidak menuluskan doa kepada Allah سبحانه وتعالى dalam kondisi lapang dan sempit, mudah dan sulit agar mereka bisa benar-benar menjadi orang-orang Mukmin sejati, yang berhak mendapat pahala dari-Nya, diselamatkan dari azabNya. Akan tetapi, kesyirikan mereka tersebut adalah setelah Kami melimpahkan karunia kepada mereka, yaitu berupa keselamatan dari bahaya lautan agar kesudahannya adalah kufur terhadap apa yang telah Kami anugerahkan kepada mereka dan membalas nikmat dengan sikap buruk, serta agar mereka dapat sepenuhnya bersenang-senang di dunia ini, suatu kesenangan yang tak ubahnya seperti bersenang-senangnya hewan. Mereka tidak mempunyai visi selain perut dan kemaluan mereka. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Kelak mereka akan mengetahui" di saat mereka ber-pindah dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat betapa dahsyatnya duka dan betapa pedihnya siksaan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di