Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Luqman : Ayat 19
"Dan sungguh telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, 'Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyu-kur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.' Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu dia memberi pelajaran kepadanya, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya memper-sekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.' Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua ta-hun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada penge-tahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu amal yang telah kamu kerjakan. (Luqman berkata), 'Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui. Hai anak-ku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan ber-sabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai'." (Luqman: 12-19).
Tafsir As-Sa'di
(19) ﴾ وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ ﴿ "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan," maksudnya, berjalanlah dengan tawadhu' (merendahkan diri) dan tenang, tidak dengan angkuh dan sombong, dan juga bukan jalan pura-pura mati, ﴾ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ ﴿ "dan lunakkanlah suaramu," sebagai etika terhadap orang lain dan terhadap Allah. ﴾ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ ﴿ "Se-sungguhnya seburuk-buruk suara," yakni, yang paling keji dan paling norak ﴾ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ ﴿ "ialah suara keledai," kalau seandainya dalam me-ninggikan suara itu ada faidah dan maslahatnya, tentu Allah tidak mencontohkan dengan suara keledai yang telah dimaklumi kekejian dan kedunguannya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di