Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Luqman : Ayat 2
"Alif Lam Mim. Inilah ayat-ayat al-Qur`an yang mengandung hikmat, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang ber-buat kebaikan. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menu-naikan zakat, dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Luqman: 1-5).
Tafsir As-Sa'di
(2) Allah سبحانه وتعالى mengisyaratkan suatu isyarat yang bermakna ta'zhîm (mengagungkan) kepada ﴾ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ ﴿ "ayat-ayat al-Qur`an yang mengandung hikmat," maksudnya, ayat-ayat muhkamat yang bersumber dari Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.
Di antara kehikmahannya adalah, ia datang dengan lafazh-lafazh yang paling tinggi, paling fasih dan paling jelas, yang menun-jukkan kepada makna-makna yang paling tinggi dan paling baik.
Di antara kehikmahannya juga adalah ia terpelihara dari perubahan, penggantian, penambahan, pengurangan dan tahrif (pemelencengan makna dan kata).
Termasuk kehikmahannya juga adalah bahwa seluruh yang ada di dalamnya, berupa berita-berita tentang yang telah lampau dan yang akan datang serta perkara-perkara ghaib, semuanya sesuai dengan kenyataan, dan kenyataan pun sesuai dengannya, sama sekali tidak ditentang oleh satu kitab pun dari kitab-kitab suci Ilahi, dan tidak seorang nabi pun yang mengabarkan sesuatu yang bertentangan dengannya, dan tidak pernah datang dan tidak akan pernah datang suatu ilmu yang yang bersifat indrawi maupun yang logis nan shahih yang akan bertentangan dengan sesuatu yang dikandungnya.
Termasuk kehikmahannya pula adalah bahwa ayat-ayat ter-sebut tidak pernah memerintahkan sesuatu kecuali ia adalah suatu yang murni kemaslahatan dan yang rajih. Dan tidak pula ia mela-rang sesuatu melainkan ia adalah suatu yang murni kerusakan atau yang dinyatakan marjuh pada kerusakan. Dan banyak sekali ia memadukan antara perintah pada sesuatu dengan menyebutkan hikmah dan faidahnya, dan larangan dari sesuatu disertai dengan menyebutkan bahayanya.
Di antara kehikmahannya adalah ia memadukan antara targhib (memberikan motivasi) dan tarhib (memberikan ancaman), dan nasihat-nasihat yang dengannya jiwa yang baik menjadi lurus dan mampu mengambil keputusan lalu beramal dengan penuh tekad.
Di antara kehikmahannya juga adalah, bahwa Anda menjum-pai ayat-ayatnya yang diulang-ulang, seperti kisah-kisah, hukum-hukum dan yang serupa dengannya, semuanya senada dan sepa-kat. Jadi, tidak ada kontradiksi ataupun perselisihan di dalamnya. Maka, apabila seseorang yang meneliti semakin menghayatinya dan semakin mengaktifkan akalnya untuk merenungkannya, nis-caya akalnya menjadi tercengang-cengang dan hatinya menjadi terpedaya karena keserasian dan kesamaannya, dan ia memastikan dengan sebenar-benarnya tanpa keraguan padanya, bahwasanya al-Qur`an ini berasal dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.
Di antara kehikmahannya adalah, ia datang dengan lafazh-lafazh yang paling tinggi, paling fasih dan paling jelas, yang menun-jukkan kepada makna-makna yang paling tinggi dan paling baik.
Di antara kehikmahannya juga adalah ia terpelihara dari perubahan, penggantian, penambahan, pengurangan dan tahrif (pemelencengan makna dan kata).
Termasuk kehikmahannya juga adalah bahwa seluruh yang ada di dalamnya, berupa berita-berita tentang yang telah lampau dan yang akan datang serta perkara-perkara ghaib, semuanya sesuai dengan kenyataan, dan kenyataan pun sesuai dengannya, sama sekali tidak ditentang oleh satu kitab pun dari kitab-kitab suci Ilahi, dan tidak seorang nabi pun yang mengabarkan sesuatu yang bertentangan dengannya, dan tidak pernah datang dan tidak akan pernah datang suatu ilmu yang yang bersifat indrawi maupun yang logis nan shahih yang akan bertentangan dengan sesuatu yang dikandungnya.
Termasuk kehikmahannya pula adalah bahwa ayat-ayat ter-sebut tidak pernah memerintahkan sesuatu kecuali ia adalah suatu yang murni kemaslahatan dan yang rajih. Dan tidak pula ia mela-rang sesuatu melainkan ia adalah suatu yang murni kerusakan atau yang dinyatakan marjuh pada kerusakan. Dan banyak sekali ia memadukan antara perintah pada sesuatu dengan menyebutkan hikmah dan faidahnya, dan larangan dari sesuatu disertai dengan menyebutkan bahayanya.
Di antara kehikmahannya adalah ia memadukan antara targhib (memberikan motivasi) dan tarhib (memberikan ancaman), dan nasihat-nasihat yang dengannya jiwa yang baik menjadi lurus dan mampu mengambil keputusan lalu beramal dengan penuh tekad.
Di antara kehikmahannya juga adalah, bahwa Anda menjum-pai ayat-ayatnya yang diulang-ulang, seperti kisah-kisah, hukum-hukum dan yang serupa dengannya, semuanya senada dan sepa-kat. Jadi, tidak ada kontradiksi ataupun perselisihan di dalamnya. Maka, apabila seseorang yang meneliti semakin menghayatinya dan semakin mengaktifkan akalnya untuk merenungkannya, nis-caya akalnya menjadi tercengang-cengang dan hatinya menjadi terpedaya karena keserasian dan kesamaannya, dan ia memastikan dengan sebenar-benarnya tanpa keraguan padanya, bahwasanya al-Qur`an ini berasal dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di