Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Saba : Ayat 20
"Sungguh bagi kaum Saba` ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Dikatakanlah kepada mereka), 'Makanlah olehmu dari rizki Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepadaNya. (Negerimu) adalah negeri yang baik, dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun.' Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir bandang dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi tumbuhan yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikian-lah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran me-reka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab, melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan padanya perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. Maka mereka berkata, 'Ya Rabb kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami,' dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur. Dan sungguh iblis telah dapat mem-buktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman. Dan tidak ada kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Rabbmu Maha Memelihara segala sesuatu." (Saba`: 15-21).
Tafsir As-Sa'di
(20) Kemudian Allah menjelaskan bahwa kaum Saba` ter-masuk orang-orang yang mana iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, yang mana ia berkata kepada Allah,
﴾ قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ 82 إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ 83 ﴿
"Demi kekuasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlas dari mereka." (Shad: 37-83).
Ini adalah prasangka iblis, bukan keyakinannya, sebab dia tidak mengetahui yang ghaib dan dia tidak pernah menerima khabar dari Allah bahwasanya ia akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali orang yang dikecualikan. Jadi, mereka dan orang-orang yang semisal mereka adalah termasuk orang yang mana iblis mem-buktikan sangkaannya terhadapnya, ia mengajak dan menyesatkan mereka, ﴾ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقٗا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman," yang tidak kafir kepada nikmat Allah. Orang seperti ini tidak termasuk dalam sangkaan iblis. Boleh jadi kisah kaum Saba` sudah habis pada Firman Allah سبحانه وتعالى,﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur."
Kemudian Allah memulai hal baru, seraya berfirman,﴾ وَلَقَدۡ صَدَّقَ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka" yaitu terhadap jenis manusia. Jika demikian, maka ayat tersebut bermakna umum, meliputi setiap orang yang mengikuti iblis.
﴾ قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ 82 إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ 83 ﴿
"Demi kekuasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlas dari mereka." (Shad: 37-83).
Ini adalah prasangka iblis, bukan keyakinannya, sebab dia tidak mengetahui yang ghaib dan dia tidak pernah menerima khabar dari Allah bahwasanya ia akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali orang yang dikecualikan. Jadi, mereka dan orang-orang yang semisal mereka adalah termasuk orang yang mana iblis mem-buktikan sangkaannya terhadapnya, ia mengajak dan menyesatkan mereka, ﴾ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقٗا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman," yang tidak kafir kepada nikmat Allah. Orang seperti ini tidak termasuk dalam sangkaan iblis. Boleh jadi kisah kaum Saba` sudah habis pada Firman Allah سبحانه وتعالى,﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur."
Kemudian Allah memulai hal baru, seraya berfirman,﴾ وَلَقَدۡ صَدَّقَ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka" yaitu terhadap jenis manusia. Jika demikian, maka ayat tersebut bermakna umum, meliputi setiap orang yang mengikuti iblis.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di