Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Saba : Ayat 44
"Dan apabila dibacakan kepada kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, 'Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh bapak-bapakmu.' Dan mereka berkata, '(Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja.' Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.' Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca, dan sekali-kali tidak pernah pula meng-utus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan, sedang orang-orang kafir Makkah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari sesuatu yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu, lalu (tiba-tiba) mereka mendustakan Rasul-rasulKu. Maka (lihatlah) alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku." (Saba`: 43-45).
Tafsir As-Sa'di
(44) Setelah Allah menjelaskan argumentasi yang mereka jadikan untuk menolak kebenaran, yaitu berupa perkataan-per-kataan yang masih di bawah tingkatan syubhat, dan sama sekali bukan hujjah (argumen), maka di sini Allah menjelaskan bahwa mereka, sekalipun ada seseorang yang akan membelanya, maka sesungguhnya mereka sama sekali tidak mempunyai sandaran dan tidak mempunyai sesuatu apa pun yang dapat dijadikan sebagai pegangan, seraya berfirman, ﴾ وَمَآ ءَاتَيۡنَٰهُم مِّن كُتُبٖ يَدۡرُسُونَهَاۖ ﴿ "Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca," sehingga mereka mempunyai sandaran, ﴾ وَمَآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ قَبۡلَكَ مِن نَّذِيرٖ ﴿ "dan sekali-kali tidak pernah pula mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun," sehingga mereka memiliki per-kataan-perkataan dan kondisi-kondisi yang dapat mereka jadikan sebagai alat untuk menolak syariat yang engkau bawa. Jadi, mereka tidak mempunyai ilmu ataupun secuil dari ilmu.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di