Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Fatir : Ayat 15
"Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah, Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru. Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah. Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab RabbNya, sekalipun mereka tidak melihatNya, dan mereka men-dirikan shalat. Dan barangsiapa yang menyucikan dirinya, se-sungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah semua akan kembali." (Fathir: 15-18).
Tafsir As-Sa'di
(15) Allah سبحانه وتعالى mengalamatkan FirmanNya kepada seluruh manusia, memberitahu mereka tentang kondisi dan sifat mereka, dan sesungguhnya mereka adalah benar-benar butuh kepada Allah dari segala segi. Mereka butuh diciptakan; kalau saja bukan karena Allah menciptakan mereka, tentu mereka tidak ada. Mereka juga butuh untuk dibekali dengan kekuatan, dan anggota tubuh, yang kalau saja Allah tidak memberikannya kepada mereka, tentu me-reka tidak bisa melakukan suatu pekerjaan apa pun.
Mereka butuh untuk dibekali dengan makanan pokok, rizki, dan berbagai nikmat yang nampak dan yang tidak nampak; yang kalau saja bukan karena karunia, kebaikan, dan pemberian kemu-dahan segala urusan dariNya, maka tentu mereka tidak bisa mem-peroleh rizki dan kenikmatan sedikitpun.
Mereka juga butuh untuk dihindarkan dari berbagai bencana, dilepaskan dari segala hal yang tidak disukai, dijauhkan dari ber-bagai kesengsaraan dan penderitaan, yang kalau saja bukan karena pembelaan Allah terhadap mereka, yang melepaskan mereka dari berbagai penderitaan dan menghilangkan berbagai kesulitan me-reka, tentu saja berbagai hal yang tidak disukai dan berbagai pen-deritaan tetap menimpa mereka.
Mereka juga butuh kepadaNya untuk dibimbing dengan berbagai bentuk bimbingan dan berbagai jenis pengaturan.
Mereka sangat butuh kepadaNya di dalam menghambakan diri dan mencintaiNya, beribadah kepadaNya dan ketulusan iba-dah kepadaNya; yang kalau saja Allah سبحانه وتعالى tidak memberi hidayah kepada mereka untuk semua itu, tentu mereka binasa, ruh, jiwa, hati, dan keadaan mereka menjadi rusak.
Mereka sangat membutuhkanNya di dalam mengajarkan kepada mereka apa-apa yang tidak mereka ketahui dan amal yang dapat memperbaiki keadaan mereka; yang kalau saja bukan karena Allah mengajarkan kepada mereka, tentu mereka tidak akan pernah belajar; dan kalau saja bukan karena taufikNya, tentu mereka tidak akan bisa menjadi baik.
Jadi, mereka sangat fakir (butuh) secara dasar kepadaNya dengan segala arti kefakiran; sama saja, apakah mereka menyadari akan sebagian bentuk kefakiran itu ataukah tidak! Akan tetapi orang yang mendapat taufik di antara mereka, yaitu yang selalu merasakan kefakiran (kebutuhan) dirinya dalam setiap keadaan dalam permasalahan dunia dan agamanya, merendahkan diri dan memohon kepadaNya untuk tidak diserahkan kepada dirinya sendiri sekejap mata pun, dan memohon kepadaNya agar diberi pertolongan atas segala urusannya, dan ia merasakan (menyerta-kan) makna seperti ini dalam setiap saat, maka orang seperti ini pantas mendapatkan pertolongan yang sempurna dari Allah se-sembahannya Yang lebih sayang kepadanya daripada seorang ibu terhadap anaknya.
﴾ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ﴿ "Dan Allah, Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji." Maksudnya, Dia-lah yang memiliki kekayaan yang sem-purna dari segala sisi. Dia sama sekali tidak membutuhkan kepada apa yang dibutuhkan oleh makhlukNya, dan Dia juga sama sekali tidak memerlukan kepada apa yang diperlukan oleh manusia. Hal itu adalah karena kesempurnaan sifat-sifatNya dan keberadaan se-mua sifat-sifatNya sebagai sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan.
Dan di antara kemahakayaan Allah سبحانه وتعالى adalah bahwa Dia men-jadikan manusia kaya di dunia dan di akhirat. Allah Maha Terpuji pada DzatNya, nama-namaNya, karena semua namaNya adalah husna (sangat indah), juga sifat-sifatNya, karena semua sifatNya adalah tinggi (mulia), dan semua perbuatanNya, karena semua perbuatanNya adalah merupakan karunia, kebaikan, keadilan, hikmah dan rahmat; dan juga (Maha Terpuji) dalam semua perin-tah dan semua laranganNya. Maka Dia Maha Terpuji atas apa yang ada di dalamnya dan atas apa yang dikaruniakanNya. Dan Dia Maha Terpuji di dalam kemahakayaanNya dan Dia Mahakaya di dalam keterpujianNya.
Mereka butuh untuk dibekali dengan makanan pokok, rizki, dan berbagai nikmat yang nampak dan yang tidak nampak; yang kalau saja bukan karena karunia, kebaikan, dan pemberian kemu-dahan segala urusan dariNya, maka tentu mereka tidak bisa mem-peroleh rizki dan kenikmatan sedikitpun.
Mereka juga butuh untuk dihindarkan dari berbagai bencana, dilepaskan dari segala hal yang tidak disukai, dijauhkan dari ber-bagai kesengsaraan dan penderitaan, yang kalau saja bukan karena pembelaan Allah terhadap mereka, yang melepaskan mereka dari berbagai penderitaan dan menghilangkan berbagai kesulitan me-reka, tentu saja berbagai hal yang tidak disukai dan berbagai pen-deritaan tetap menimpa mereka.
Mereka juga butuh kepadaNya untuk dibimbing dengan berbagai bentuk bimbingan dan berbagai jenis pengaturan.
Mereka sangat butuh kepadaNya di dalam menghambakan diri dan mencintaiNya, beribadah kepadaNya dan ketulusan iba-dah kepadaNya; yang kalau saja Allah سبحانه وتعالى tidak memberi hidayah kepada mereka untuk semua itu, tentu mereka binasa, ruh, jiwa, hati, dan keadaan mereka menjadi rusak.
Mereka sangat membutuhkanNya di dalam mengajarkan kepada mereka apa-apa yang tidak mereka ketahui dan amal yang dapat memperbaiki keadaan mereka; yang kalau saja bukan karena Allah mengajarkan kepada mereka, tentu mereka tidak akan pernah belajar; dan kalau saja bukan karena taufikNya, tentu mereka tidak akan bisa menjadi baik.
Jadi, mereka sangat fakir (butuh) secara dasar kepadaNya dengan segala arti kefakiran; sama saja, apakah mereka menyadari akan sebagian bentuk kefakiran itu ataukah tidak! Akan tetapi orang yang mendapat taufik di antara mereka, yaitu yang selalu merasakan kefakiran (kebutuhan) dirinya dalam setiap keadaan dalam permasalahan dunia dan agamanya, merendahkan diri dan memohon kepadaNya untuk tidak diserahkan kepada dirinya sendiri sekejap mata pun, dan memohon kepadaNya agar diberi pertolongan atas segala urusannya, dan ia merasakan (menyerta-kan) makna seperti ini dalam setiap saat, maka orang seperti ini pantas mendapatkan pertolongan yang sempurna dari Allah se-sembahannya Yang lebih sayang kepadanya daripada seorang ibu terhadap anaknya.
﴾ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ﴿ "Dan Allah, Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji." Maksudnya, Dia-lah yang memiliki kekayaan yang sem-purna dari segala sisi. Dia sama sekali tidak membutuhkan kepada apa yang dibutuhkan oleh makhlukNya, dan Dia juga sama sekali tidak memerlukan kepada apa yang diperlukan oleh manusia. Hal itu adalah karena kesempurnaan sifat-sifatNya dan keberadaan se-mua sifat-sifatNya sebagai sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan.
Dan di antara kemahakayaan Allah سبحانه وتعالى adalah bahwa Dia men-jadikan manusia kaya di dunia dan di akhirat. Allah Maha Terpuji pada DzatNya, nama-namaNya, karena semua namaNya adalah husna (sangat indah), juga sifat-sifatNya, karena semua sifatNya adalah tinggi (mulia), dan semua perbuatanNya, karena semua perbuatanNya adalah merupakan karunia, kebaikan, keadilan, hikmah dan rahmat; dan juga (Maha Terpuji) dalam semua perin-tah dan semua laranganNya. Maka Dia Maha Terpuji atas apa yang ada di dalamnya dan atas apa yang dikaruniakanNya. Dan Dia Maha Terpuji di dalam kemahakayaanNya dan Dia Mahakaya di dalam keterpujianNya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di